Kembang Jembrana Menjadi Layu

  • Whatsapp
Made Nariana
Made Nariana

BANYAK kejutan terjadi dalam pilkada Bali di enam kabupaten/kota, tidak saja di mata politisi tetapi juga di mata publik (masyarakat luas). Sejak awal, saya mencatat bahwa yang menjadi perbicangan masyarakat, adalah bagaimana hasil pilkada Karangasem, Bangli, dan Jembrana?

Sejak semula partai pendukung lawan yang ingin menyaingi jago PDI Perjuangan  memiliki keyakinan dapat menumbangkan jago banteng tersebut. Mereka berusaha memilih jago yang diprediksi akan merepotkan perjuangan petahana khususnya di Jembarana. Bahkan orang baru muncul itu  diremehkan, dianggap jago bau kencur.

Bacaan Lainnya

Ehh, ternyata, PDI Perjuangan berjaya di Karangasem dan keok di Jembrana. Kembang Hartawan bersama pasangannya Sugiana yang sebelumnya diyakini terus  berkembang ibarat sepucuk bunga, ternyata layu melawan salah salah satu trah mantan Bupati Jembrana, Gede Winasa.

Tamba-Ipat jago gabungan Partai Demokrat berpasangan dengan anak Winasa menang (di luar dugaan pengamatan banyak pihak).  PDI Perjuangan sendiri tidak menyadari hal itu akan terjadi, sebab sepertinya konstelasi politik Jembrana menjelang pilkada dibiarkan lepas begitu saja, tidak ada semangat “gotong royong” jajaran partai menggarapnya,  seperti apa yang dilakukan di Karangasem.

Untuk menjungkalkan Mas Sumatri-Sukerena di Karangasem, banyak potensi dikerahkan ke Bali Timur itu. Sejumlah kader PDI Perjuangan yang sudah menikmati kedudukan di kursi empuk dari Buleleng, Gianyar, Klungkung dan jajaran yang lebih tinggi bergotong royong menggarap pemilih Karangasem yang sangat tradisional tersebut. Malahan ada dugaan, pemilih Karangasem sangat pragmatis. Ternyata kali ini, idealisme mereka muncul menginginkan ada perubahan.

Baca juga :  Kapolres-Dandim Tabanan Cek Kesiapan Logistik Pilkada

Seorang politisi yang tidak mau disebut namanya mengatakan, kelemahan petahana tidak terlalu percaya diri. Di sejumlah baliho, mereka memasang foto orang lain, sehingga ada kesan menjadi kandidat bupati bayangan. Selain itu, ada isu yang berkembang, saat Gunung Agung meletus tahun lalu, petahana konon kurang memberi perhatian kepada korban letusan Gunung Agung itu. Apakah itu betul demikian? Hanya rakyat Karangasem yang merasakan!

Semangat PDI Perjuangan menggarap Karangasem, melupakan pilkada Jembrana mungkin, karena percaya dengan ketokohan dan kemampuan Kembang dan Sugiana.

Saya tidak begitu tahu, bagaimana track record Kembang Hartawan selama menjadi Wakil Bupati. Namun ada kesan yang saya tangkap, masyarakat seperti kurang puas dan menginginkan perubahan. Banyak rakyat konon “kangen” dengan kerja mantan Bupati Winasa, sekalipun kini harus dibayar dengan meringkuk di tahanan.

Salah satu anak Winasa yang sering dianggap “orang baru” di politik, ternyata mampu mendongkrak elektabilitas kandidat Bupati Tamba, mantan anggota DPRD Bali itu. Mereka menang melawan petahana yang sudah lama berkiprah dalam berpolitikan di Bumi Makepung itu. Banyak kalangan terperanjat, malahan konon menangis menatapi nasib si Kembang.

Politik memang tidak dapat ditebak. Bisa berubah dalam sekejap, semenit atau sedetik. Persepsi publik harus selalu dijaga, kalau politisi mau tetap eksis memegang kekuasaan. Jika tidak, masyarakat cepat berpaling, apalagi memang rakyat memerlukan perubahan dari cara dan gaya lama yang dianggap kurang menguntungkan bagi masyarakat banyak.

Baca juga :  Semua Laporan Dana Kampanye Paslon Sesuai Kriteria, Giriasa Tertinggi, Sadia Terendah

Berpolitik dengan gaya arogan, merasa sok kuasa, tidak memiliki hubungan kemanusiaan yang tinggi dengan rakyat, aji mumpung, menganggap rakyat itu “parekan”, menerapkan jiwa feodalistik, pasti akan ditinggalkan.

Terlepas dari itu, semangat PDI Perjuangan memerahkan Pulau Bali menjadi satu jalur sehingga terjadi kepemimpinan satu komando, terus perlu diperjuangkan.

Bali harus dibangun secara bersama, bergotong royong — sehingga kesejahteraan lebih merata dari Barat sampai Timur dan dari Selatan sampai Utara. Made Nariana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.