POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Kualitas demokrasi tidak bisa hanya bertumpu pada peran lembaga penyelenggara, melainkan harus dikawal langsung oleh publik demi menjaga prinsip pemilu yang jujur dan adil. Kesadaran kolektif inilah yang mendasari Bawaslu Kabupaten Gianyar saat menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Aula Kwartir Cabang Gianyar, Senin (25/5/2026). Melalui ruang edukasi bertema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” ini, Bawaslu membidik pencetakan “agen publik” dari generasi muda yang siap mengawal ketat setiap tahapan pemilu di masa depan.
Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, mengingatkan anak muda sebagai pemilih mayoritas tidak boleh lagi terjebak menjadi penonton pasif. Mengawal jalannya pesta demokrasi dinilai jauh lebih bermakna daripada sekadar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos, tanpa mempedulikan proses di sekitarnya.
“Kami menginginkan masyarakat, khususnya adik-adik semua, terlibat di semua tahapan, tidak hanya datang untuk mencoblos. Gunakan kesempatan hari ini untuk memperdalam pengetahuan tentang demokrasi,” pesannya.
Menurutnya, pengawasan partisipatif dari elemen masyarakat merupakan kunci utama untuk menjaga integritas dan marwah demokrasi. Menyambung arahan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Badung, I Wayan Hartawan, menegaskan pentingnya persiapan sejak dini bagi generasi muda.
“Tantangan pemilu di masa depan akan jauh lebih dinamis. Karena itu, pembekalan dan penguatan mental para pengawas partisipatif dari kalangan muda ini harus dipersiapkan secara matang sejak jauh-jauh hari,” ucapnya.
Bawaslu menilai salah satu fokus pengawasan yang sangat membutuhkan kreativitas anak muda adalah ruang digital. Maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) serta kampanye hitam di media sosial menjadi target utama yang harus dibentengi oleh generasi muda saat ini. Jika publik kompak bergerak bersama, segala bentuk kecurangan seperti praktik politik uang atau pelanggaran lainnya akan lebih mudah dideteksi secara dini.
Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari lintas elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, hingga kelompok penyandang disabilitas. Kehadiran mereka tidak hanya merepresentasikan semangat baru untuk menciptakan iklim politik yang bersih di Kabupaten Gianyar, juga menjadi bukti komitmen Bawaslu dalam membangun sistem pengawasan Pemilu 2029 yang terbuka serta inklusif. hen
























