POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Provinsi Bali masih berada pada posisi yang cukup diperhitungkan di sektor pendidikan nasional hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Berdasarkan data resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diumumkan Selasa (26/5/2026), rerata nilai TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang SD dan SMP di Bali tercatat nilai di atas rerata nasional.
Sedangkan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berada di bawah rata-rata nasional. Dan secara mengejutkan, rerata nilai siswa-siswi dari Pulau Dewata berhasil mengungguli capaian dua provinsi besar di Pulau Jawa, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur.
Berdasarkan data yang dihimpun, rerata nilai TKA Bahasa Indonesia nasional untuk jenjang SD berada di angka 60,14, sedangkan untuk jenjang SMP mencatat angka 60,83. Rerata capaian siswa di Bali berhasil melesat di atas ambang batas nasional tersebut.
Untuk jenjang SD, Bali mencatatkan nilai rata-rata 64,15, sementara untuk jenjang SMP menyentuh angka 66,35. Jika dikomparasikan dengan wilayah lain, performa literasi siswa Bali melampaui Jawa Barat yang harus puas dengan rerata nilai SD sebesar 60,22 dan SMP sebesar 61,26. Bali juga tampil lebih unggul dari Jawa Timur yang mencatatkan nilai rata-rata 62,74 untuk tingkat SD dan 63,46 untuk jenjang SMP.
Bali tampak kontras jika disandingkan dengan wilayah tetangga seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih tertahan di bawah rata-rata nasional. NTB memperoleh rerata nilai 54,76 (SD) dan 54,03 (SMP), sedangkan NTT mencatat skor 49,77 (SD) dan 52,47 (SMP).
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Rahmawati, menjelaskan bahwa instrumen TKA yang menggunakan sistem penskoran klasik dengan skala nilai 0–100 ini sengaja dilengkapi dengan kategori capaian dan deskripsi kemampuan murid. Langkah ini diambil agar hasil evaluasi tidak berhenti sebagai komoditas angka semata, melainkan menjadi stimulus evaluasi bagi ekosistem pendidikan setempat.
“Kalau anak berada pada kategori memadai, maka orang tua dan guru bisa melihat kemampuan apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperkuat. Jadi TKA membantu semua pihak memahami strategi pembelajaran yang paling tepat bagi murid,” papar Rahmawati. tra
























