POSMERDEKA.COM, BANGLI – Melonjaknya kasus gigitan anjing positif rabies belakangan ini, mendapat tanggapan serius kalangan DPRD Bangli. Pihak legislatif mendesak pemerintah daerah agar segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus pencegahan rabies, guna melokalisasi penyebaran virus berbahaya tersebut.
Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, Kamis (28/5/2026) mengatakan, isu rabies sangat sensitif bagi dunia pariwisata. Padahal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli terbesar disumbang dari sektor pariwisata. “Jika rabies tidak ditangani secara berkesinambungan, kasus kesehatan ini akan terus muncul dan sudah barang tentu bisa mengancam dunia pariwisata Bangli,” ujar Suastika.
Dia mendesak instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, segera berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Pembentukan Satgas dinilai menjadi langkah paling realistis untuk meminimalkan potensi penularan baru.
Berkaca dari data di lapangan, kasus gigitan lebih dominan disebabkan anjing liar yang tidak dipelihara dengan baik. “Nah, salah satu tugas Satgas nantinya adalah melakukan tindakan tegas atau eliminasi terbatas terhadap anjing-anjing yang tak bertuan tersebut,” terang politisi PDIP tersebut.
Suastika menegaskan Satgas ini harus bergerak aktif setiap hari, dan wajib berkoordinasi dengan aparat banjar dinas atau kepala dusun (kadus). Sebab, mereka yang paling mengetahui kondisi wilayah masing-masing. Dia tidak ingin petugas baru turun ke lapangan setelah ada laporan jatuh korban.
“Baik itu eliminasi maupun vaksinasi harus dilakukan secara rutin, jangan hangat-hangat tahi ayam,” lugasnya.
Di sisi lain, Suastika minta ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk manusia di setiap fasilitas kesehatan harus selalu terpenuhi. Hal ini krusial agar masyarakat yang menjadi korban gigitan bisa langsung mendapatkan penanganan medis darurat, tanpa harus panik mencari stok vaksin ke daerah lain. gia























