Kembali, Tiga OTG Asal Sanur Kauh Dijemput untuk Jalani Isolasi di Rumah Singgah

  • Whatsapp
SUASANA penjemputan warga berstatus OTG di wilayah Sanur Kauh Denpasar, Sabtu (2/5). Foto: ist
SUASANA penjemputan warga berstatus OTG di wilayah Sanur Kauh Denpasar, Sabtu (2/5). Foto: ist

DENPASAR – Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar mengambil langkah tegas terhadap masyarakat yang masih membandel dalam mematuhi aturan Pemerintah. Kali ini, guna memperkecil ruang penyebaran Covid-19, tiga warga yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di wilayah Desa  Sanur Kauh, Denpasar dijemput  untuk melaksanakan isolasi di Rumah Singgah. Penjemputan yang dilaksanakan Tim Gugus Tugas Covid-19 Denpasar ini berlangsung lancar pada Sabtu (2/5).

Sementara itu, tiga orang lainya diperkenankan melaksanakan isolasi mandiri karena sudah mengikuti ketentuan diwajibkan oleh tim dan dalam pelaksanaannya akan diawasi ketat oleh Satgas Covid-19 Desa dan pecalang.

Bacaan Lainnya

Juru Biacara Gugus Tugas  Penanggulangan  Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa penjemputan ini dilaksanakan lantaran yang bersangkutan masih beraktivitas seperti biasa. Kendati sebelumnya sudah dinyatakan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) yang diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sebelumnya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Denpasar dibantu kepala dusun sempat memberikan pengertian agar yang bersangkutan mau mengikuti karantina yang disiapkan pemerintah. Selanjutnya ketiganya dikumpulkan di balai banjar setempat untuk dikarantina di rumah singgah Kota Denpasar

Baca juga :  Korban Terseret Arus di Pantai Batu Belig Ditemukan Meninggal Dunia

Diketahui, tiga orang yang berstatus OTG tersebut sebelumnya memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif di Desa Sanur Kauh. Namun, setelah direkomendasikan untuk melaksanakan isolasi mandiri, yang bersangkutan justru masih melakukan aktivitas seperti biasa.

“Karena yang bersangkutan tidak taat melakukan isolasi mandiri akhirnya dilakukan isolasi di rumah singgah yang sudah disiapkan oleh Pemkot Denpasar. Tindakan ini  untuk memberikan rasa aman serta wujud antisipasi agar tidak terjadi penyebaran, maka kami putuskan untuk diisolasi di rumah singgah Kota Denpasar selama 14 hari dan akan dilakukan rapid test,” kata Dewa Rai.

Dewa Rai mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk bersama sama ikut berperan serta dalam memutus penyebaran Covid-19. ‘’Mari disiplin dan ikuti anjuran pemerintah untuk menekan penyebaran virus Corona,’’ ajak Dewa Rai. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.