GIANYAR – Proyek Pasar Tradisional atau Blok C Sukawati, satu-satunya proyek pemerintah di Kabupaten Gianyar, informasi kemajuannya terkesan ditutup-tutupi. Petugas jaga proyek juga mempersulit wartawan mendapat informasi tentang perkembangan proyek yang dibiayai APBN tersebut. Bahkan dari pantauan di lapangan, Rabu (1/9/2021) terdapat pekerja yang tidak memakai masker secara benar dengan cara di dagu.
Sejauh mana pengerjaan proyek senilai Rp75 miliar ini dikerjakan PT Adi Persada Gedung, dengan target rampung November 2021, tidak dapat diketahui. Begitu juga apakah akan bisa diselesaikan sesuai waktu yang ditetapkan, hal tersebut sulit dipastikan.
Penjaga yang berada di pintu masuk minta untuk menanyakan ke kantor, sedangkan kantor ada di Desa Batuan, Sukawati. Saat berada di kantor tersebut, petugas keamanan setempat berkata tidak ada orang yang bisa dimintai keterangan. Dia juga mengaku tak punya nomor telepon juru bicara proyek. “Maaf, orangnya lagi tidak ada, entah kapan datang ke sini, saya tidak tahu, soalnya tidak pasti datang. Saya juga tidak tahu nomornya,” ucapnya.
Terkait pekerja tidak memakai masker dengan benar, Kasatpol PP Gianyar, Made Watha, berkata, selama ini sering melakukan sidak bersama tim gabungan Satgas Covid-19 Gianyar ke proyek tersebut. Namun, kata dia, saat datang ke lokasi, para pekerja terlihat menggunakan masker secara benar. Meski begitu, dia berharap pekerja tidak taat protokol kesehatan ketika ada petugas saja.
“Meskipun pekerja di sana sudah divaksin, kami berharap agar tetap menaati prokes. Sebab, taat prokes itu salah satu upaya penting pencegahan penularan virus Corona. Itu sudah kami koordinasikan ke pimpinan proyek untuk selalu mengawasi pekerjanya walaupun semua sudah divaksin,” tegasnya. adi
























