POSMERDEKA.COM, LOBAR – Bencana kekeringan di Pulau Lombok, Provinsi NTB hingga awal Oktober ini kian meluas. Sejumlah titik bahkan masuk dalam bayang-bayang kekeringan ekstrem. Menyikapi itu, caleg Partai Gerindra untuk DPR RI dari Dapil Pulau Lombok, Rannya Agustyra Kristiono, bersama Yayasan HBK Peduli turun dan menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
“Saya berkesempatan ikut pembagian air bersih di Kecamatan Gunungsari. Selesai di sini, saya bersama HBK Peduli Lombok Tengah membagikan air di Kecamatan Jonggat,” kata Rannya di sela-sela menyalurkan air bersih, Selasa (3/10).
Dia menyebut setiap hari HBK Peduli mengirim air bersih di empat kabupaten di Pulau Lombok, yakni Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Lombok Tengah (Loteng), Kabupaten Lombok Utara (KLU), dan Lombok Timur (Lotim). Sebelum ini, kegiatan serupa dilakukan Bambang Kristiono, ayah Rannya.
Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Provinsi NTB itu menuturkan, selain distribusi air bersih, HBK Peduli juga membangun sejumlah sumur bor di empat kabupaten di Lombok. Sepanjang tahun 2022 lalu, ayahnya membawa program aspirasi dari Kemenhan untuk membangun banyak sumur bor di titik-titik yang selama ini selalu mengalami kekeringan.
Saat menyalurkan air bersih di Dusun Apitaik, Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lobar, Rannya sempat dialog bersama masyarakat. Dia mengaku banyak mendapat ilmu baru setelah berdiskusi langsung dengan warga, terutama tentang bagaimana warga tetap bertahan di tengah kondisi kekeringan. Pula sistem penyaluran air bersih apa yang dikembangkan warga selama ini.
Dia mengajak masyarakat merawat semangat gotong royong di tengah kondisi kekeringan. “Jika semangat gotong royong tetap bisa dipupuk dan dijaga, niscaya apa pun persoalan yang datang dapat dilalui bersama-sama,” ajaknya.
Sekretaris Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari, Jamaah, mengapresiasi Rannya dan HBK Peduli yang mengulurkan tangan membantu masyarakat terdampak kekeringan. Suplai air bersih yang diberikan didaku sangat membantu masyarakat untuk keperluan sehari-hari, khususnya kebutuhan minum dan memasak. Termasuk keperluan air di tempat-tempat ibadah.
“Air ini kami pakai untuk wudhu dan untuk masak ibunya di rumah. Ini sangat membantu warga kami, apalagi saat ini sudah mulai susah air di wilayah kami. Terima kasih Mbak Rannya dan HBK Peduli,” katanya sembari berharap Rannya dan HBK Peduli terus mengirim air bersih kepada masyarakatnya.
Berdasarkan data BPBD Provinsi NTB, sebanyak 577.025 jiwa yang terdiri dari 163.699 kepala keluarga di 70 kecamatan di NTB, terdampak kekeringan akibat fenomena alam El Nino. Beberapa wilayah mengalami kekurangan air bersih, produksi hasil tanam petani berkurang, dan beberapa dampak lainnya. Dalam waktu dekat Pemprov NTB akan menggelar salat Istisqa’ atau salat minta hujan. rul
























