Golkar Bali Kubur Konflik Penyusunan DCS, Bidik ke Senayan, Sugawa: Kader Jangan Adu Kami!

SUGAWA Korry (kiri), Sumarjaya Linggih, dan Syahmud Basri Ngabalin (kanan) salam komando usai pembukaan pendidikan politik dan TOT Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) di Denpasar, Rabu (4/10/2023). Foto: ist
SUGAWA Korry (kiri), Sumarjaya Linggih, dan Syahmud Basri Ngabalin (kanan) salam komando usai pembukaan pendidikan politik dan TOT Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) di Denpasar, Rabu (4/10/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Melangkah pelan ke podium, Nyoman Sugawa Korry membuka sambutan saat pendidikan politik dan TOT Badan Saksi Nasional Partai Golkar dengan menjahili Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, Rabu (4/10/2023). Komunikasi politik hangat Sugawa seakan ingin menghapus jejak, keduanya sempat bersimpang jalan dalam penyusunan DCS Partai Golkar.

“Yang saya banggakan, Pak Demer, tambah ganteng dan langsing. Sebagai senior empat periode di DPR RI, saya yakin akan terpilih lagi (pada Pemilu 2024),” kata Sugawa disambut aplaus hadirin.

Bacaan Lainnya

Karena respons audiens yang semarak, Sugawa kian berani mengusili anggota Komisi VI DPR RI tersebut. Kali ini dia mendoakan Demer, yang berstatus duda, agar segera dapat jodoh. “Sebagai duren, duda keren, pilihannya banyak, jadi susah memilih,”kelakarnya, membuat Demer yang duduk di kursi barisan terdepan tergelak.

Berhasil mencairkan suasana, Sugawa mulai serius bicara terkait pemenangan Pemilu 2024. Dia mengingatkan rumus menang perang adalah dengan mengenali diri sendiri dan lawan, dan berharap semua kader semua berpandangan sama. Sugawa mengakui Golkar belum punya kekuasaan eksekutif di Bali, nyaris semua disapu bersih PDIP. Kalaupun ada, hanya ada Wakil Bupati Jembrana yang merupakan kader Golkar.

“Apakah kita diam diri atau kalah sebelum bertempur? Kita akan laksanakan apa yang tidak bisa dilakukan kekuasaan,” seru Wakil Ketua DPRD Bali itu.

Dia mengilustrasikan ketika lawan pakai pasukan tank dan Golkar cuma punya senapan M16 atau AK 47, jangan bertempur di tempat terbuka. Ajak lawan bertempur di perbukitan, sehingga tank mereka tidak berfungsi maksimal. Dalam politik, dia merumuskan strategi dengan menggarap wilayah yang tidak dikuasai lawan.

“Kita bergerak di bawah banjar dinas seperti dadia, kelompok tani, pasemetonan, kaum milennial, mahasiswa, pengusaha muda dan lain-lain. Kalau masuk ke desa atau kecamatan, tentu tidak berguna (karena dikuasai partai lain),” paparnya.

Dia mengaku bersyukur karena menuju Pemilu 2024 situasi Golkar di Bali sedang damai dan penuh semangat. Beda jauh dengan tahun 2019, ketika terjadi perbedaan tajam di antara kader. Karena itu, dia mengajak mengawal simbol partai dan senior partai. Pun memberi kesempatan yang sama untuk sembilan caleg DPR RI dari Golkar.

“Jangan kami diadu. (Konstituen) yang sudah dibina Gus Adhi dan Pak Demer (sebagai petahana), jangan lagi dibawa ke sana. Kita perkuat dan cari titik lain. Jangan ada pikiran atau gerakan membenturkan, saya tidak akan mau seperti itu,” serunya disambut aplaus hadirin.

Sugawa melanjutkan, dari laporan Tim 9 DPD Partai Golkar, evaluasi menuju Daftar Calon Tetap (DCT) dari Daftar Calon Sementara (DCS) sudah selesai. Data di KPU sudah teregistrasi dengan Silon, dan itu berarti menutup semua perbedaan yang terjadi dalam proses DCS.

“Pasti ada perbedaan saat itu, tapi saya instruksikan tutup semua perbedaan menyongsong kemenangan Golkar. Setuju?” sergahnya disambut pekik “setuju” dari audiens.

Seakan ingin mengklarifikasi cerita ketegangan di balik layar dalam dinamika penyusunan DCS pada medio Mei lalu, Sugawa menuturkan bagaimana dia ribut dengan Demer di hadapan Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Waketum Partai Golkar. Namun, setelah itu dia dan Demer baik-baik saja. Sampai-sampai Doli disebut heran, karena mereka ribut keras dalam rapat, tapi ngobrol biasa di luar.

“Saya dan Pak Demer memang akur, cuma berbeda ketika diskusi. Keseharian jangan membawa-bawa perbedaan pendapat, apalagi di depan kader. Ciri akur itu saat menyama braya waktu ada kedukaan,” bebernya dengan mimik serius.

Wah, suasana cair betul dari tadi. Ini kebanggaan bersama Pak Sugawa dan jajaran yang ada di sini,” celetuk Demer terkekeh saat memberi sambutan, direspons tawa hadirin.

“Sudah damai kayaknya mereka tuh,” komentar seorang kader senior yang menyimak berbalas pujian dalam sambutan Sugawa dan Demer, sambil cekikikan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses