Kebangkitan Petani Milenial di Era New Nomal

NI Kadek Sinarwati. foto:

Oleh Ni Kadek Sinarwati (Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali)

PEREKONOMIAN Provinsi Bali, salah satunya ditopang sektor pariwisata dan sektor lainnya yang merupakan penunjang industri pariwisata. Lumpuhnya sektor pariwisata akibat gempuran pandemi covid-19 tentu saja berdampak pada sektor lainnya seperti pertanian dan UMKM penghasil produk penunjang pariwisata.

Bacaan Lainnya

Salah satu dampak buruk dari pandemi covid-19 adalah terjadinya pemutusan hubungan kerja yang menimbulkan pengangguran, dimana pengangguran ini tergolong dalam usia produktif.

Pengangguran usia produktif yang berasal dari sektor pariwisata awalnya merupakan musibah. Betapa tidak, tulang punggung keluarga yang mengalami pemutusan hubungan kerja di hotel, pelaku usaha perjalanan wisata yang tidak lagi dapat menjalankan pelayanan perjalanan wisata. Berkat rasa jengah dan kejeliannya, beberapa diantara mereka kini mulai banting setir menjadi petani milenial di era new normal.

Komunitas Petani Muda Keren (PMK) merupakan komunitas anak-anak muda yang tertarik menggeluti sektor pertanian dengan berbasis kearifan lokal dan dipadu dengan teknologi digital. PMK merupakan komunitas petani milenial di era new normal.

Pertanian organik dengan falsafah Tri Hita Karana dan penerapan Konsep Bali (Bantu Ayah Lindungi Ibu) bermakna bahwa dalam bertani tidak menggunakan bahan kimia yang dapat merusak tanah sebagai ibu pertiwi dan senantiasa menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dengan sang Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widi Wasa), antara manusia dengan manusia dan antara manusia dengan alam.

Dalam sebuah webinar, ketua PMK yang diakrab dipanggil bli Gung Wedha dengan antusias memapaparkan bahwa PMK dalam menjalankan usaha pertanian dilandasi oleh tiga visi yaitu Organik, Healthy Life, dan Sustainable Business. Melalui program BOS (Bali Organik Subak) PMK berprinsip bahwa “Bukan karena ada air ada pohon, tapi karena ada pohon ada air”. Pendapat tersebut merupakan salah satu upaya melestarikan alam karena fakta air pada danau-danau di Bali semakin menyusut.

Aktivitas utama di Bali Organik Subak adalah aktivitas pasca panen dan ekspor dengan mobile application. Komoditas ekspor adalah buah hasil petani lokal dari Provinsi Bali seperti buah salak, buah naga, pisang demgan komoditas ekspor utama adalah buah manggis. Komoditas ekspor tidak terbatas dari hasil pertanian tetapi juga hasil perkebunan dan peternakan. Data tahun 2019 menunjukkan nilai ekspor unggas mencapai Rp32,9 Triliun dengan volume 27.077 Ton.

Aktivitas lain PMK diluar betani dan menjual hasil pertanian secara modern, PMK juga melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada petani. Kegiatan ini diberi nama P4S (Pusat Pendidikan Pelatihan pertanian Swadaya). Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan bertani secara organik seperti pelatihan pembuatan pupuk organik, pelatihan budi daya stroberi dan pelatihan pembuatan stroberi tanpa bahan pengawet.

Aplikasi mobile yang dimiliki petani yang tergabung dalam forum ini menyediakan data identitas petani, jenis koditas, waktu panen dan jumlah produk yang akan dipanen. Terlepas dari faktor alam yang realif uncontrollable, kemungkinan rugi yang diderita petani lebih kecil, karena aktivitas mencari pasar telah dilakukan sebelum melakukan penanaman. Sampai saat ini komunitas PMK telah bekerjasama dengan BUMDes di Desa Tembok Kabupaten Buleleng.

Menjaga optimisme tetap bertahan di tengah pandemi sektor pertanian kiranya cukup seksi untuk mendapat perhatian guna mengurangi ketergantungan pada sektor pariwisata. Menjadi petani yang identik dengan kotor dan hasil minim, kini terbantahkan oleh kebangkitan petani milenial di era new normal melalui komunitas Petani Muda Keren (PMK) yang menerapkan visi organic, helathy life, sustainable business berlandaskan kearifan lokal BALI yang didukung IT dan digitalisasi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses