Kasus Kematian Selalu Ada, Bangli Gencarkan Vaksinasi

  • Whatsapp
LAYANAN vaksinasi Covid-19 di Klinik Polres Bangli kembali dibuka untuk memfasilitasi warga yang tercecer, meliputi vaksin dosis pertama dan dosis kedua jenis Sinovac. foto: ist

BANGLI – Dalam sepekan terakhir ini, kasus kematian akibat Covid-19 terus terjadi di Bangli meski tidak terlalu banyak. Menyikapi itu, layanan vaksinasi Covid-19 di Klinik Polres Bangli kembali dibuka untuk memfasilitasi warga yang tercecer, meliputi vaksin dosis pertama dan dosis kedua jenis Sinovac. Vaksinasi digencarkan sebagai upaya menciptakan kekebalan kelompok yang diharap pemerintah.

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Selasa (31/8/2021) mengatakan, layanan vaksinasi di Klinik Polres Bangli disesuaikan dengan jadwal vaksinasi di desa maupun di sekolah. Begitu di desa tidak ada jadwal, layanan di Polres dibuka. Dengan begitu warga yang belum mendapat vaksin bisa cepat terlayani.

Bacaan Lainnya

“Vaksinasi telah menyasar ke desa-desa, tapi ada warga yang belum bisa divaksin karena sakit .Vaksin pertama hari ini (kemarin) banyak warga yang sebelumnya ditunda lantaran sakit ataupun penyintas pada saat vaksinasi di desa,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikan, stok vaksin di Klinik Polres Bangli dipasok dari Polda Bali. Sekali pasokan datang, vaksin yang diterima 2.000 s.d. 3.000 dosis. Sementara dalam sehari tim vaksinasi bisa memanfaatkan 200-300 dosis. Selain itu, dimanfaatkan pula suplai vaksin dari Dinas Kesehatan Bangli. Sampai kemarin vaksin yang tersisa sebanyak 137 dosis, dan Polres menunggu suplai vaksin lagi.

Baca juga :  Pemkab Lombok Tengah Luncurkan E-Tourism Go Mandalika

Di kesempatan terpisah, Humas GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, menyebut dari data 27 Agustus, warga yang divaksin dosis dua sebanyak 166.020 orang. Sasaran sebanyak 173.206 orang, dan jumlah yang registrasi sebanyak 178.087 orang, atau melebihi sasaran. “Memang ada sejumlah warga yang ditunda pelaksanaan vaksinasi karena beberapa hal. Persentase capaian vaksinasi di Bangli sebesar 95,85 persen,” jelasnya.

Mengenai jumlah kasus positif di Bangli sampai dengan Senin (30/8) lalu sebanyak 4.644 kasus. Dari angka itu, yang masih dirawat sebanyak 372 orang, sembuh sebanyak 4.071 orang, dan meninggal 201 orang. Kemudian ada tambahan kasus positif sebanyak enam orang, sembuh 86 orang, dan meninggal dua orang. “Sebagian besar (korban) belum divaksin,” tandasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.