Karateka Tabanan Diharap Berkiprah di Ajang Bergengsi

BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, ketika membuka gashuku (latihan fisik dan mental menjelang pra-ujian sabuk hitam) Karate KKI se-Bali, di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Sabtu (2/7/2022). Foto: ist
BUPATI Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, ketika membuka gashuku (latihan fisik dan mental menjelang pra-ujian sabuk hitam) Karate KKI se-Bali, di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Sabtu (2/7/2022). Foto: ist

TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, membuka gashuku (latihan fisik dan mental menjelang pra-ujian sabuk hitam) Karate KKI se-Bali, di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, Sabtu (2/7/2022). Ratusan karateka se-Bali ikut ambil bagian dalam gashuku, yang bertujuan menciptakan karateka andal, berperilaku jujur, dan mempererat persaudaraan.

Sanjaya mengatakan, semangat yang ditunjukkan para karateka sangat luar biasa. “Saya yakin para karateka di Tabanan juga mampu menunjukkan bakat dan kemampuan terbaik, serta bisa membela kabupaten di ajang bergengsi,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya  mengucapkan selamat dan terima kasih kepada semua pihak yang bekerja keras dalam acara tersebut. “Karate jadi olahraga yang diminati dan digemari semua kalangan masyarakat. Pemkab Tabanan menaruh perhatian terhadap karate sebagai salah satu cabang olahraga, yang diharap mampu berkiprah dalam jenjang yang lebih tinggi,” ucapnya.

Dia berharap, gashuku karate ini dilakukan secara berkelanjutan agar memiliki kualitas lebih baik. Selain itu, dijadikan sarana evaluasi dan pengembangan ilmu beladiri, memantapkan pola latihan yang benar, sekaligus jadi ajang talent scuoting karateka sebagai kaderisasi.

“Jadilah atlet atau pelatih profesional, yang selalu siap membela perguruan dan daerah. Sebagai pelatih beladiri, jadilah pelatih yang mampu menciptakan generasi penerus yang berprestasi,” pesannya.

Ketua Harian PP KKI, Raja Septian Ervian, mengingatkan agar gashuku diikuti dengan sungguh-sungguh guna meningkatkan kualitas diri. “Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi olahraga di Bali secara keseluruhan, baik di provinsi maupun di kabupaten,” serunya.

Dia juga berpesan agar struktur organisasi di masing-masing KKI solid. Melalui karate, para pembina di bidang organisasi, baik dari ketua umum sampai jajaran kepengurusan, bisa membangun satu sistem komunikasi yang solid. “Setelah itu, baru kita bicara program. Sulit membahas program, menjalankan program, kalau antarpengurus saja ribut,” tegasnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses