Karaoke Liar di Alun-alun Gianyar Hilang, Warga Nyaman

ALUN-alun Kota Gianyar. Kini warga akhirnya bisa menikmati ketenangan saat malam hari, berhubung tidak ada lagi aktivitas karaoke liar saat malam hari. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Lebih dari setahun warga seputaran Alun-alun Gianyar merasa kurang nyaman, karena polusi suara dari karaoke liar di Alun-alun Gianyar.

Kini warga akhirnya bisa menikmati ketenangan saat malam hari, berhubung tidak ada lagi aktivitas karaoke liar saat malam hari. Ketenangan terjadi setelah Dinas Satpol PP Gianyar memanggil salah satu penyedia pelantang suara di Alun-alun.

Bacaan Lainnya

Warga setempat, Dewa Aji, Senin (6/1/2025), mengucapkan terima kasih pada Dinas Satpol PP Gianyar, TNI, Polres dan Kejari Gianyar yang menindaklanjuti keluhan warga seputar Alun-alun Gianyar.

Kini kegiatan karaoke saat malam hari, dengan waktu yang tidak terbatas, tersebut tidak ada lagi. “Saat ini lebih tenang, karena tidak ada polusi suara lagi dari Alun-alun. Lebih nyaman saat berada di rumah,” tutur warga Lingkungan Pasdalem, Gianyar.

Pantauan sejak beberapa hari ini, meskipun aktivitas karaoke telah ditegur pihak terkait, tapi saat pagi dan sore hari masih terlihat adanya aktivitas karaoke.

I Kadek Suda, warga lainnya, membenarkan masih ada aktivitas karaoke pagi atau sore hari. Beberapa sekaa demen (perkumpulan suka-suka) seperti perkumpulan lansia memang masih melakukan aktivitas karaoke. Namun, mereka biasanya berkaraoke dari sekitar pukul 08.00 Wita dan biasanya selesai pukul 13.00 Wita.

Dia pribadi menilai hal tersebut tidak terlalu mengganggu, karena masih jam sibuk. Dia menganggap seperti mendengarkan radio.

“Kalau pas kerja dengar orang karaoke, apalagi lagu yang dibawakan lagu-lagu nostalgia tahun 1980-an, itu justru bagus, seperti mendengarkan radio, walau kadang-kadang nada suaranya tidak pas. Tapi jauh lebih bagus daripada karaoke malam-malam saat orang butuh istirahat, butuh ketenangan,” sebutnya memaklumi.

Kepala Dinas Satpol PP Gianyar, I Made Watha, berharap, tidak ada lagi aktivitas yang mengganggu kenyamanan masyarakat umum. Sebab, Alun-alun Gianyar dibuat Bupati I Made Mahayastra untuk menjadi tempat masyarakat melepas penat dari segala aktivitas. “Jadi, hendaknya alun-alun yang ada harus memberi rasa nyaman masyarakat secara umum,” pesannya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses