DENPASAR – Dhuaarrrr!!! Dua ledakan keras disusul bola api besar menggetarkan tanah, menghancurkan satu rumah kecil dan menyisakan cendawan hitam membubung ke langit, Kamis (16/6/2022) pagi. Sebelumnya bunyi rentetan tembakan terdengar, diiringi teriakan ancaman sekelompok orang bersenjata laras panjang, dan mobil van hitam melaju kencang di tengah Lapangan Renon, Denpasar. Dua panser dikawal enam pengendara motor trail bersenjata lengkap masuk lapangan, meliuk-liuk mengejar satu bus yang ngebut untuk dihentikan.
Alih-alih takut, ratusan warga termasuk anak-anak yang berjejer di sisi lapangan justru riuh bertepuk tangan, menandakan puas melihat adegan itu. Tak lama berselang, mereka “menyerbu” tujuh panser yang siaga di sisi selatan. Sejumlah bocah didampingi keluarga naik ke panser, malah ada yang meminjam helm tentara penjaga, sebagian lagi mengajak tentara untuk foto bersama. Meski terlihat kerepotan, tentara penjaga tetap melayani kemauan warga itu sembari tersenyum.
“Saya sengaja bawa anak ke sini untuk nonton, biar tahu peralatan perang kayak apa. Saya bangga dengan tentara kita melalui acara seperti ini,” tutur Komang Putra, warga Denpasar, dengan ekspresi semringah, ditemui usai anaknya berfoto di atas panser.
Kehebohan yang tersaji sebelumnya merupakan simulasi dari pengamanan tamu VVIP Presidensi G20, yang disajikan Kodam IX/Udayana serangkaian acara sertijab delapan perwira jajaran. Simulasi memakai skenario sekelompok teroris yang menyamar sebagai peserta rapat menculik tamu VVIP, dan menyandera mereka di markas. Mereka menuntut teman mereka yang ditahan dibebaskan, satu bus penuh bahan bakar, dan uang Rp3 miliar. Merespons situasi darurat itu, tim Kodam IX/Udayana bergerak cepat membebaskan sandera, menangkap teroris, dan menghancurkan rumah persembunyian. Satuan yang dikerahkan yakni Yonraider 900, Yonif 741, Yonzipur 18 dan Denkav 4.
Pangdam IX/Udayana, Mayjen Sonny Aprianto, menuturkan, simulasi dilakukan serangkaian dengan sertijab delapan perwira di jajaran Kodam. Simulasi juga sebagai pemetaan tingkat kerawanan yang mungkin timbul saat G20 nanti, dengan demikian dapat diantisipasi jauh-jauh hari. Simulasi itu sebagai pesan kepada masyarakat bahwa Kodam bersama Polda Bali dan Binda Bali sangat siap mengamankan Presidensi G20 di Nusa Dua, November mendatang.
“Kita harus menjamin bahwa G20 aman, karena ini pertaruhan harga diri bangsa di mata internasional,” tegasnya didampingi Kapolda Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu; Kabinda Bali, Brigjen Pol. Hadi Purnomo; dan Kapendam Kolonel Kav. Antonius Totok.
Kodam Udayana dan Polda Bali, jelas Pangdam, termasuk dalam Satgas Pengamanan Wilayah dengan Pangdam sebagai Komandan. Perkuatan personel akan ditambah dari Mabes TNI dan Mabes Polri saat G20 berlangsung. “Pengamanan wilayah diserahkan kepada Kodam dan Polda setempat, dan kami menurunkan sekitar 6.000 personel tergelar untuk Satgas Pengamanan Wilayah. Kami juga siapkan 2.000 personel untuk evakuasi bencana dipimpin Kasdam Udayana, sebagai antisipasi jika saat G20 terjadi bencana alam,” sambung alumnus Akmil 1990 tersebut.
“Yang jelas Pangdam dan Kapolda sudah memetakan hakikat ancaman, maka antisipasi jauh-jauh hari dilakukan dengan mengeliminir supaya tidak terjadi,” sambungnya.
Saat simulasi berlangsung, mungkin karena terburu-buru, seorang “teroris” tercecer dari gerombolannya. Upayanya masuk lewat pintu belakang gagal, gegara mobil van melaju terlalu kencang. Terpaksalah, dengan menenteng senapan, dia jalan kaki sambil berlari kecil menuju “markas” yang jaraknya hanya sekitar 30 meter, sampai kemudian digerebek dan ditaklukkan tim antiteror. hen
























