MANGUPURA – Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-8 yang digelar 14 s.d. 17 Juni 2022 di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua menarget transaksi saat acara mencapai Rp5,22 triliun. Target itu naik 22 persen jika dibandingkan target tahun 2021 yang hanya Rp4,08 triliun.
Ketua Komite BBTF 2022 sekaligus Ketua Asita Bali Chapter, I Putu Winastra, berkata, kegiatan bertema “Balancing in Harmony” itu diharap menjadi upaya komunikasi membangkitkan ekonomi pariwisata usai pandemi, dan mata rantai promosi destinasi maupun produk wisata berkelanjutan. Tahun ini BBTF berhasil menarik perhatian 181 pedagang dari 30 kabupaten/kota di 13 provinsi, dan 273 pembeli dari 30 negara ikut meramaikan.
“Bali akan terus melakukan diversifikasi pertumbuhan ekonomi lewat parıwisata. Bukan hanya bergantung jumlah kedatangan, tapi juga pariwisata berkualitas,” sebutnya.
BBTF 2022 menyambut banyak agen perjalanan baru dari Afrika dan negara dengan kontribusi besar dari Eropa, Timur Tengah, negara ASEAN, India, Australia, dan Asia secara keseluruhan. Nigeria untuk kali pertama ikut meramaikan BBTF tahun ini, sekaligus tercatat sebagai pembeli dengan jumlah terbanyak setelah Indonesia, Australia, India, Filipina, Prancis, Belanda, diikuti oleh UK, dan Uni Emirat Arab.
Menurut Winastra, Nigeria yang terletak di Afrika Barat merupakan salah satu negara paling maju di Afrika. Mereka menjadi target untuk kunjungan wisata ke Bali, karena negara ini memiliki lebih dari 200 juta penduduk. Apalagi warga Nigeria saat berwisata biasa menghabiskan biaya tidak sedikit.
Warga Nigeria biasanya tinggal di luxury hotel, hotel bintang 5, serta dengan masa tinggal sampai delapan hari. “Kami harap ada solusi untuk mendatangkan wisatawan Nigeria. Cukup besar potensinya, spending money-nya tentu harus dilihat,” lugasnya.
CEO of Nigerian Travel Two (NTT), Elizabeth Agboola, mengaku sangat senang bisa datang kembali ke Bali setelah kali pertama pada tahun 2018. Dia mengakui perjalanan ke Bali cukup mahal dan menghabiskan waktu cukup lama. Namun, setelah tiba di Bali, banyak hal yang bisa dieksplorasi dan dinikmati. “Kami merasa perlu untuk mempromosikan Bali kepada warga Nigeria,” serunya.
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, membenarkan potensi Nigeria cukup besar bagi Bali. Selain memiliki jumlah penduduk besar, di sana juga banyak orang-orang mampu. Terlebih warga negara Nigeria disebut sangat tertarik dengan Bali. “Walaupun alam yang indah juga di mana-mana hampir sama, tapi ada dua hal yang membuat warga Nigeria sangat tertarik dengan Bali, yakni budaya dan keramahtamahan penduduknya,” papar Cok Ace, sapaan akrabnya.
Faktor jarak tempuh perjalanan dari Nigeria ke Bali, sambungnya, memang jadi faktor lain. Butuh waktu sampai 22 jam perjalanan. Dari banyaknya jumlah penduduk di Nigeria, tentu ada yang lebih suka ke destinasi modern seperti di Eropa. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka datang ke destinasi yang ada di Bali dan melakukan promosi.
“Yang mencari modern silakan ke Eropa, yang ingin mencari tradisi kehidupan masyarakat bisa ke Bali. Ini bagus promosinya,” pungkas mantan Bupati Gianyar tersebut. gay
























