Kader Demokrat Bali Dipastikan Tak Hadiri KLB

  • Whatsapp
KETUA DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta. Foto: ist
KETUA DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta. Foto: ist

DENPASAR – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat benar-benar dilangsungkan di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Salah satu kabar dari KLB adalah dihadiri delapan orang kader dari Bali. Menanggapi rumor itu, Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta, memastikan tidak ada kader, pengurus, atau anggota DPD Demokrat Bali yang mengikuti KLB.

“Saya dapat info memang ada delapan orang yang mengklaim dari Bali. Yang jelas kami pastikan delapan orang itu bukan kader kami di Demokrat Bali,” kata Mudarta usai Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Demokrat Bali, Jumat (5/3/2021).

Bacaan Lainnya

Satu hal yang membuat Mudarta cukup percaya diri tidak ada jajarannya mengikuti KLB yang dituding abal-abal itu, karena adanya pemantau GPS di ponsel masing-masing kader. Setelah Rakorda yang dihadiri pengurus DPD dan DPC dari kabupaten/kota se Bali, dia memantau posisi mereka melalui aplikasi berbagi lokasi. Menimbang kondisi yang ada, dia minta seluruh kader Demokrat di Bali untuk tenang dan kompak.

“Posisi seluruh pengurus dan anggota kini di Bali, pergerakannya tidak ada yang ke Medan. Kader Demokrat di seluruh Bali tetap tenang, kita tunjukkan kalau kita kompak,” ajaknya.

Baca juga :  Bersiap Pembelajaran Tatap Muka, SMP PGRI 3 Denpasar Vaksinasi Guru dan Pegawai

Disinggung laporan delapan orang dari Bali ke Medan tersebut, Mudarta mendaku bisa saja mereka hanya mengatasnamakan partai dan diiming-imingi uang oleh pihak tertentu. Dia juga akan terus memantau kebenaran delapan orang dari Bali itu. Jika memang terbukti mereka mengatasnamakan Demokrat Bali, dia menyebut akan menempuh jalur hukum.

“Kalau nanti ketemu orangnya dan mereka bukan orang Demokrat, kami akan gugat. Tidak boleh orang yang bukan ber-KTA Demokrat, bukan pengurus, tapi mengatasnamakan DPD Demokrat Bali, kan pelanggaran hukum namanya,” serunya.

Mudarta lagi-lagi menandaskan pernyataan mendukung penuh kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang resmi. Dia menilai KLB di Sumut itu nyata-nyata Ilegal. Selain itu, KLB tersebut tidak akan memenuhi syarat kepemilikan suara sah berdasarkan ketentuan penyelenggaraan KLB yang sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat.

Untuk diketahui, KLB Partai Demokrat akhirnya dilangsungkan di Medan dengan hasil memutuskan Moeldoko menjadi Ketua Umum, menggantikan AHY. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.