MANGUPURA – Menerapkan protokol kesehatan (prokes) yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun (3M) merupakan hal mutlak yang harus dilakukan seluruh masyarakat. Selama vaksin belum ditemukan, maka prokes adalah satu-satunya cara agar terhindar dari paparan Coronavirus Disease (Covid-19).
Selain itu, disiplin menjalankan prokes adalah langkah nyata mengabarkan kepada dunia bahwa Bali sebagai destinasi wisata dunia, masyarakatnya telah disiplin. Dengan begitu Bali aman dan nyaman untuk dikunjungi.
Tak terhenti hanya di masyarakat saja, seluruh tempat usaha termasuk juga yang bergerak di industri pariwisata wajib menerapkan protokol kesehatan. Pelaku usaha harus menyediakan tempat cuci tangan, melakukan pengukuran suhu tubuh, hingga memastikan seluruh karyawannya memakai masker dan juga menjaga jarak fisik.
Seperti halnya yang dilakukan Pabrik Kata-Kata Joger. Setiap pagi sebelum toko buka, seluruh anggota keluarga (sebutan karyawan Joger-red) mengikuti morning breifing tentang prokes. Bahkan mereka juga diajak senam untuk menjaga imun tubuh.
‘’Pada dasarnya semua orang tidak ingin sakit, dan kami berasumsi semua orang berpotensi jadi OTG. Dengan adanya itu, kami mengikuti protokol – protokol yang ada, seperti cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,’’ tutur Armand S. Wulianadi alias Mr. Joger Junior, Jumat (30/10/2020).
Pihaknya telah menempatkan wastafel di beberapa titik lengkap dengan sabun untuk cuci tangan. Juga menyiapkan antiseptik untuk penyanitasi tangan. ‘’Kami dengar ini yang paling efektif untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Kami juga menyiapkan masker, face shield untuk anggota keluarga kita, dan terutama di kasir kami beri pembatas papan akrilik tembus pandang. Jadi ini upaya yang kami lakukan,’’ bebernya.
Untuk menjaga jarak, pihaknya membentuk tiga kelompok dengan anggota keluarga dalam melayani pengunjung. ‘’Jadi mereka masuk secara bergilir tiga hari sekali per kelompok, dan libur enam hari,’’ jelasnya.
Lanjut dia, monitoring kesehatan pun dilakukan. Bahkan jika ada anggota keluarga yang sakit, pihaknya telah menyiapkan tes cepat. Sementara terkait anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan, Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) bagi objek dan juga industri pariwisata, pihaknya yakin pemerintah memiliki niat baik untuk memulihkan pariwisata Bali.
‘’Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah dan juga tidak dilakukan pemerintah dalam memulihkan pariwisata. Kami tidak mau menjadi beban pemerintah, karena mereka juga sudah memiliki beban masing-masing,’’ tandasnya.
‘’Jadi kalau ada Satgas yang datang ke kami, dan jika melihat kekurangan, tentu kami ingin menerima masukan. Karena kami belajar protokol kesehatan secara otodidak dengan membaca di koran-koran,’’ pungkasnya. alt
























