Jalan Usaha Tani, Gairahkan Sektor Pertanian

  • Whatsapp
KEPALA Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma. Foto: gia
KEPALA Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma. Foto: gia

BANGLI – Menggairahkan sektor pertanian yang belakangan ini mulai banyak ditinggalkan generasi muda, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli bakal merangkul Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di sejumlah kecamatan. Mereka akan dibina untuk memanfaatkan lahan di pekarangan dengan mengembangkan tanaman dalam pot. Di samping itu, dikembangkan juga jalan usaha tani agar petani lebih mudah mengakses areal pertaniannya.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP)  Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, Jumat (5/3/2021) mengatakan, sejak pandemi Corona merebak yang menyebabkan lesunya sektor nonpertanian, dia menangkap sejumlah masyarakat mulai akan memanfaatkan lahannya lagi. Masyarakat diminta memanfaatkan lahan yang ada untuk menyokong ekonomi yang sedang lesu. “Kami melihat di sejumlah desa masyarakat mulai muncul niatnya untuk menekuni pertanian kembali. Ini tentu angin segar untuk kebangkitan pertanian di Kabupaten Bangli,” serunya.

Bacaan Lainnya

Gairah masyarakat kembali menekuni pertanian ini, sambungnya, akan disokong Pemkab Bangli. Instansinya akan membuat sejumlah demplot pengembangan tanaman dalam pot, mulai sayur mayur dan tanaman buah dalam pot (tabulampot). Sementara untuk hidroponik, memang butuh biaya lebih tinggi dan sumber daya manusia yang memadai. “Kami akan merangkul Kelompok Wanita  Tani (KWT) yang tersebar di empat kecamatan dalam membentuk demplot ini,” urainya.

Baca juga :  Banjir, Bencana Alam Mematikan Hingga Agustus 2020

Lebih jauh dipaparkan, jalan merupakan urat nadi kelancaran produksi pertanian serta memudahkan petani dalam penggarapan. Dengan adanya jalan usaha tani, kata dia, petani dimudahkan mengakses areal pertaniannya, entah dengan kendaraan sepeda motor atau sepeda dayung. Menurutnya sekarang eranya para petani diberi kemudahan, karena jarang sekali masyarakat, terutama generasi muda, ingin menjadi petani.

“Ini fakta. Mana ada sekarang petani yang usianya masih muda? Jika ada, kita bisa hitung dengan jari. Keberadaan sarana dan prasarana pertanian akan merangsang generasi muda bertani,” sebutnya.

Saat ini terdapat 156 KWT di seluruh Bangli. Karena anggaran terbatas, Sarma berkata akan memanfaatkan sejumlah kelompok tani yang ada di empat kecamatan. Bila demplot  yang dibangun sukses, nanti bisa diadopsi oleh KWT lain secara mandiri. “Anggaran yang kami miliki saat ini terbatas, tidak semua KWT bisa memanfaatkan,” tegasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.