DENPASAR – Kontingen Bali dipastikan tanpa cabor bergengsi sepakbola pada Pekan Olaharaga Pelajar Nasional (Popnas) 2023, karena gagal bersaing pada Pra-Popnas Zona III di Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 2 November 2022.
Hasil negatif sepakbola Bali sekaligus mengulangi hasil sebelumnya pada even yang sama di bawah racikan pelatih yang sama pula yakni Wayan ”Gading” Sugiartha. Bahkan kegagalan kali ini terasa lebih menyakitkan, karena tim sepakbola pelajar Bali selalu kalah dari dua laganya sehingga menjadi juru kunci di Grup B.
Dua kali kekalahan didapat saat ditekuk Kalteng dengan skor 2-3 di laga perdana dan pada laga penentuan dihajar DIY 0-2. Grup B dihuni tiga tim (Kalteng, Bali dan DIY). Sementara Grup A diisi empat tim (Banten, Jateng, Kaltara dan Kalsel). ”Anak-anak sudah berjuang maksimal, tapi hasilnya memang belum memuaskan,” ujar Gading.
Sejatinya zona III ini menyediakan tiket tiga tim (juara 1, 2 dan 3) untuk lolos ke Popnas 2023. Menurut Budayasa selaku koordinator sepakbola Popnas Bali, jika zona (wilayah) diikuti lebih dari 6 tim, maka disediakan tiket lolos untuk 3 tim dan kebetulan di Zona III diikuti 7 tim.
Sayangnya peluang besar untuk lolos itu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. ”Kunci sebenarnya saat melawan Kalimantan Tengah (Kalten), tetapi kita kalah 2-3 karena gol penalti lawan di akhir-akhir laga,” ungkap Budayasa.
Memang tidak hanya sepakbola gagal lolos ke Popnas 2023, ada sejumlah cabor Bali lainnya kandas seperti sepak takraw, bulutangkis, bola voli dan tenis lapangan. Total 5 dari 8 cabor yang diikuti Bali pada Pra-Popnas tidak lolos.
Meski demikian, kegagalan sepakbola paling disorot pemerhati maupun masyarakat pecinta olahraga terpopuler sejagat raya ini, mengingat Bali sesungguhnya jadi barometer nasional pembinaan usia dini termasuk kalangan pelajar. Dari catatan prestasi nasionalnya, Bali pernah masuk final Piala Suratin U-17 dan juara U-14.
Sebagaimana dijelaskan Ketua Kontingen Pra-Popnas Provinsi Bali Tahun 2022, I Made Dana Tenaya yang juga menjabat sebagai Kabid Pemuda dan Olahraga di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, kontingen Bali berkekuatan 171 orang terdiri dari 113 atlet pelajar, 23 orang pelatih serta 35 ofisial. Sebelum berlaga di Pra-Popnas, kontingen Bali dilepas Gubernur Bali Wayan Koster.
Sebelumnya, Dana Tenaya menargetkan meloloskan seluruh (8) cabor yang dipertandingkan. Namun sayang hanya tiga cabor yang lolos berlaga pada Popnas 2023 yakni Pencak Silat, Tinju dan tim Bola Basket putra yang menyumbang medali perak.
Hebatnya, pundi-pundi medali emas dari cabor pencak silat (7 emas) dan tinju (4 emas) mendongkrak posisi Bali di klasemen akhir sebagai juara umum dua dibawah Jawa Tengah dengan 19 emas, 10 perak, dan 6 perunggu. Selain 7 medali emas, silat juga meraih 2 perak dan 3 perunggu. yes
























