Isvie Kunjungi Petani Milenial Benteng Van Flower, Pertanian Berpeluang Majukan Ekonomi NTB pada Masa Pandemi

  • Whatsapp
KETUA DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, saat mengunjungi kebun pertanian Petani Milenial Benteng Van Flower Lendang Nangka Utara, Kamis (21/10/2021). Foto: ist
KETUA DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, saat mengunjungi kebun pertanian Petani Milenial Benteng Van Flower Lendang Nangka Utara, Kamis (21/10/2021). Foto: ist

MATARAM – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap tatanan kehidupan di tengah masyarakat, mulai dari kehidupan sosial, kesehatan hingga aktivitas perekonomian. Meski demikian, dari berbagai sektor penggerak pertumbuhan ekonomi, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang dapat dikatakan tidak terlalu terdampak. Pertanian bahkan tumbuh positif pada masa pandemi, sehingga menjadi sektor yang berpeluang besar mendorong pertumbuhan ekonomi NTB.

Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, Kamis (21/10/2021) mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor unggulan di Kabupaten Lombok Timur, yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan pertanian dan perkebunan. Kondisi tersebut seharusnya menjadi peluang besar bagi pemda setempat menumbuhkan perekonomian pada masa pandemi saat ini. Karena itu, politisi Golkar itu sangat mengapresiasi kiprah petani milenial di Dusun Benteng Van Flower, Desa Lendang Nangka Utara, Kabupaten Lombok Timur.

Bacaan Lainnya

Ide menjadikan sektor pertanian bukan masalah pada masa pandemi, tapi menjadikannya sebuah peluang terlihat sangat nyata mendongkrak ekonomi warga sekitar. “Kenapa saya datang kemari, karena saya mengapresiasi ide brilian yang lahir dari anak muda yang hebat, yang menjadikan sektor pertanian sebagai peluang pada saat pandemi,” katanya.

Dia berujar datang ke Desa Lendang Nangka Utara dalam kegiatan resesnya kali ini, dipicu lahirnya pemuda Benteng Van Flower justru akibat kegalauan para pemuda desa setempat menghadapi PPKM. Kata dia, pemuda setempat mampu melihat prospek bisnis, yang ditopang faktor alam yang sangat mendukung karena berada di sekitar kawasan Gunung Rinjani. Wilayah itu juga akses utama menuju kawasan Tetebatu, yang akan menjadi wakil Indonesia dalam ajang lomba Desa Wisata atau Best Tourism Village yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO).

Baca juga :  Wabup Ipat Serahkan Bedah Rumah Bantuan BUMDes

“Pilihan pengembangan bunga, sayur-mayur, usaha kopi, tempat tongkrongan dan membuat spot foto di sekitar lokasi Van Flower adalah ide brilian. Ini jelas akan bisa menjadi  daya tarik tersendiri kepada para pengunjung yang melintas ke wilayah setempat. Tentu mereka akan singgah dengan keunikan yang ditampilkan saat ini,” urainya.

Isvie berharap usaha yang dirintis petani milenial Benteng Van Flower itu mampu menginspirasi pemuda lainnya di NTB, untuk tergerak berbuat dan berinovasi dalam situasi sulit saat ini. Selain itu, tegasnya, Pemkab Lombok Timur maupun Pemprov NTB harus mulai fokus menjadikan sektor pertanian sebagai sektor yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pada masa pandemi.

“Mengutip kata Pak Gubernur ‘akan ada cahaya di ujung terowongan’ maka inovasi petani milenial Benteng Van Flower ini adalah jawabannya. Mereka mampu menunjukkan kontribusi nyata untuk kemajuan NTB, ini penting agar kita enggak lagi menjadi penonton di negeri sendiri ke depan. Wajarlah jika keberadaan mereka ini yang harus benar-benar didukung penuh Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Timur,” lugasnya memungkasi. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.