Infeksi Perut, Kajari Buleleng Inisiatif Isolasi Mandiri

  • Whatsapp
KEPALA Kejaksaan Negeri Buleleng, I Putu Gede Astawa. Foto: net
KEPALA Kejaksaan Negeri Buleleng, I Putu Gede Astawa. Foto: net

BULELENG – Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, I Putu Gede Astawa, saat ini tengah melakukan isolasi mandiri di rumah jabatannya. Hal ini ia lakukan atas inisiatif sendiri, karena merasa kurang sehat, sehingga khawatir dirinya positif terpapar covid-19.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantra mengatakan, atasannya itu mulai menjalani isolasi mandiri sejak Selasa (8/9). Dimana, keluhan yang dialami infeksi pada perut, hingga menyebabkan muntah-muntah.

“Mungkin dia (Kajari) sadar juga, karena sekarang musim Covid-19 jadi dia langsung membatasi diri untuk berinteraksi dengan pegawai,” terang Jayalantra, Jumat (11/9).

Jayalantra pun tidak menampik,pada Kamis (10/9) lalu, pihak medis juga sempat melakukan tindakan tes usap kepada Kajari di rumah jabatannya. Namun terkait hasilnya, Jayalantra mendaku belum menerima, sehingga belum dapat dipastikan apakah Kajari positif terpapar covid-19 atau tidak. ‘’Hasilnya kami belum terima. Saat ini pelayanan di Kejaksaan masih berjalan normal, belum ada yang bekerja dari rumah (BDR),’’ jelasnya.

Baca juga :  Terima Panitia Pelaksana Santhi Puja Samgraha, Gubernur Koster: Adat dan Tradisi Bangkitkan Taksu Bali

Hal senada juga diungkapkan Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng ini juga mengaku belum menerima hasil tes usap Kajari Buleleng.

‘’Hasil dari tim medik saya belum terima. Ya, terakhir Kajari memang sempat ikut apel gelar pasukan di Taman Kota Singaraja. Posisinya saat itu tidak ada gejala, bisa komunikasi. Tunggu saja perkembangan hasil swab test-nya,’’ ucap Suyasa.

Di sisi lain, terkait perkembangan kasus covid-19 di Buleleng, Gugus Tugas mengumumkan terdapat penambahan dua kasus kematian, 28 kasus terkonfirmasi, dan 27 orang sudah dinyatakan sembuh. Dimana untuk dua kasus kematian baru ini, berasal dari Kecamatan Sukasada dan Kecamatan Tejakula.

Baca juga :  Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Rai Wirajaya Refleksikan Wawasan Kebangsaan

Pasien meninggal asal Kecamatan Sukasada berjenis kelamin laki-laki dan berusia 79 tahun. Almarhum meninggal pada Senin (17/8) lalu, dengan riwayat sakit gagal ginjal dan jantung. Sementara untuk pasien meninggal asal Kecamatan Tejakula, berjenis kelamin wanita dan berusia 48 tahun. Almarhum meninggal pada Rabu (19/8) dengan riwayat sakit deabates sebagai penyakit penyerta.

‘’Data kedua pasien yang meninggal ini sebelumnya masuk di probable, karena saat meninggal hasil swab test belum keluar. Ada beberapa pertimbangan dari tim medis. Atas keputusan bersama, data kedua pasien ini kemudian dimasukan dalam data kasus meninggal dunia positif Covid-19,’’ sebut Suyasa.

Sementara terkait penambahan 28 kasus terkonfirmasi baru berasal dari delapan kecamatan di Buleleng. sebanyak 28 orang. Dengan rincian, Kecamatan Buleleng sebanyak 12 orang, Kecamatan Sawan tujuh orang, Kecamatan Seririt empat orang, dan masing-masing satu orang dari Kecamatan Gerokgak, Kubutambahan, Tejakula, Banjar, dan Sukasada.

Baca juga :  Bandara Lombok Tutup Penerbangan Komersial Sampai 1 Juni 2020

Selain itu, 27 orang dinyatakan sembuh, 12 orang di antaranya berasal dari Kecamatan Buleleng. Selanjutnya, masing-masing enam orang dari Kecamatan Banjar dan Kecamatan Sukasada, dua orang dari  Kecamatan Sawan, dan satu orang dari Kecamatan Seririt.

Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi sebanyak 702 orang. Dengan rincian dinyatakan sembuh ada 584 orang, kasus meninggal menjadi 14 orang, sedang dirawat di Buleleng sebanyak 102 orang, dirujuk ke RS Sanglah dan RSJ Bangli masing-masing satu orang. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.