MATARAM – Anggota DPRD NTB Dapil Lombok Tengah Selatan, Ruslan Turmudzi, menilai, pemindahan Ibu Kota Provinsi NTB dari Kota Mataram ke Praya di Kabupaten Lombok Tengah sangat layak. Alasannya, jika merujuk geografis, Lombok Tengah berada di tengah-tengah Pulau Lombok. Selain itu, sejumlah pembangunan nasional juga digencarkan pemerintah pusat dan Pemprov NTB di Lombok Tengah; antara lain KEK Mandalika dan pembangunan Rumah Sakit Internasional Mandalika.
“Sejumlah fasilitas dan gedung pendidikan juga ada di Lombok Tengah, yakni Poltekpar Lombok dan IPDN. Jadi, jika Lombok Tengah dijadikan lokasi Ibu Kota Provinsi NTB, saya rasa tepat,” kata Ruslan, Rabu (30/6/2021).
Menurut Ruslan, adanya Bandara Internasional Lombok (BIL) bisa menjadi magnet agar pemindahan Ibu Kota Provinsi NTB dari Kota Mataram ke Kota Praya dimungkinkan. Apalagi di jantung Kota Praya, yakni di Kecamatan Puyung, akan juga dibangun Rumah Sakit oleh Yayasan Qomarul Huda Bagu di atas tanah milik Pemrov NTB seluas 4,5 hektar. Ketika ada permintaan hibah itu, dia selaku anggota DPRD NTB sangat setuju Pemprov menghibahkan.
“Banyaknya fasilitas umum dan publik, termasuk infrastruktur yang lengkap, menjadi prasyarat perkembangan Kota Praya untuk melesat lebih cepat bila dibandingkan Kota Mataram,” jelas politisi PDIP itu.
Ide untuk memindahkan Ibu Kota NTB itu, sambungnya, bukan sekadar sebuah wacana kosong. Dia mengklaim geliat pembangunan di Kota Praya di Lombok Tengah justru mengungguli Kota Mataram. Masyarakat di Kota Praya kini juga lebih meningkat kesejahteraannya, sehingga akan memudahkan wilayah tersebut berkembang.
“Insya Allah, nanti jika saya terpilih menjadi Bupati Loteng di tahun 2024, proses pemindahan Ibu Kota Provinsi NTB ke Loteng menjadi pekerjaan prioritas saya. Apalagi itu juga menjadi keinginan masyarakat Lombok Tengah,” lugas Ruslan.
Rencana pemindahan itu, urainya, tidak terlepas dari dukungan Pemprov NTB. Apalagi Gubernur NTB ke depan berasal dari Lombok Tengah, berarti kepentingan wilayah secara politis akan sangat menguntungkan Gumi Tatas Tuhu Trasna itu.
Selain itu, ulasnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Loteng masih berada di urutan ke delapan, masih kalah dengan Kota Mataram. Tidak hanya itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Loteng saat ini masih di kisaran Rp200 miliar. “Kalau saya jadi Bupati, PAD Insya Allah saya target bisa menembus Rp1 triliun. Kalau nggak, saya sebaiknya mundur,” tandasnya. rul
























