Incar 55 Persen Suara, Amerta Jalan Kaki Daftar ke KPU Denpasar

  • Whatsapp
KETUA KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, menunjukkan berkas pendaftaran bersama Ngurah Ambara Putra selaku bakal calon Walikota Denpasar saat pendaftaran paket Amerta, Minggu (6/9/2020). Foto/Ist
KETUA KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, menunjukkan berkas pendaftaran bersama Ngurah Ambara Putra selaku bakal calon Walikota Denpasar saat pendaftaran paket Amerta, Minggu (6/9/2020). Foto/Ist

DENPASAR – Sempat mundur sekitar 40 menit dari pukul 10.00 Wita yang dijadwalkan, paslon Ngurah Ambara Putra-Bagus Kertanegara (Amerta) diiringi tim pendukung dari Partai Golkar, Nasdem, dan Demokrat mendaftar ke KPU Denpasar, Minggu (6/9/2020). Seperti janjinya, kedatangan paslon ini menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan membatasi jumlah peserta. Yang cukup menarik, meski suara pendukung di parlemen minoritas, tim Amerta mengincar untuk meraup 55 persen suara di Pilkada Denpasar.

Sebelum mendaftar, paslon dan rombongan dari DPD Partai Golkar Denpasar sembahyang ke Pura Jagatnata yang berjarak hanya sepenimpukan batu. Setelah itu mereka bergerak ke kantor DPD Partai Demokrat Bali di kawasan Renon, Denpasar. Dari titik ini Amerta dan tim memilih berjalan kaki menuju kantor KPU Denpasar yang jauhnya sekitar 400 meter. Pentolan Golkar yang juga anggota DPRD Bali, I Ketut Suwandi, menanti di KPU Denpasar untuk menyambut mereka.

Bacaan Lainnya

Dalam proses verifikasi berkas pendaftaran di lantai 3 kantor KPU, Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, memaparkan dokumen syarat pencalonan dan syarat calon sudah lengkap. “Untuk diketahui, proses proses hari ini dihadiri paslon karena sudah ada surat keterangan status negatif tes PCR (tes usap Covid-19). Terima kasih atas kepatuhan menaati protokol kesehatan,” sebutnya didampingi tiga komisioner, karena satu komisioner, I Wayan Windia, tidak hadir karena sakit.

Baca juga :  Jaga Kesucian dan Keharmonisan Alam, Gubernur Koster Terbitkan Pergub Sipandu Beradat

Serupa dengan saat pendaftaran paket Jaya-Wibawa pada Jumat (4/9) lalu, Arsajaya juga memberitahukan jadwal pemeriksaan kesehatan paslon. Tanggal 7 September untuk tes jasmani, dan tanggal 8 September untuk tes psikologi. Dia menambahkan, dokumen pendaftaran akan dipampang di papan pengumuman KPU Denpasar, lama KPU Denpasar, serta media massa. Masyarakat diberi kesempatan mulai tanggal 4 s.d. 8 September untuk menanggapi dokumen yang diberi paslon ke KPU Denpasar.

“Misalnya masyarakat ada bukti bahwa ijazah sekolah yang dipakai mendaftar ternyata tidak sesuai. Atau misalnya ada paslon punya SKCK dan mencantumkan tidak pernah dipidana, jika ada bukti dia pernah dipidana, bisa disampaikan ke kami,” jelas Arsajaya usai pertemuan.

Terkait tes kesehatan, Arsajaya bilang hasilnya akan diketahui antara 11-12 September. Untuk berkas pendaftaran, verifikasi sampai tanggal 12 September, dan pemberitahuan tanggal 13 September. Khusus untuk perbaikan dokumen waktunya mulai 14 sampai 16 September, itu kalau ada yang perlu diperbaiki. “Jadwal kampanye kita mulai dari 26 September sampai dengan 5 Desember nanti,” terangnya.

Berbicara usai pendaftaran, Ambara berkata paket Amerta hadir untuk membawa warna dan dinamis di Denpasar. Menawarkan kehidupan yang berbudaya, adil dan sejahtera, dia mendaku akan melanjutkan Denpasar smart city (kota cerdas) dengan meningkatkan daya saing manusianya. “Denpasar perlu perubahan lebih baik. Kami ada target meningkatkan APD dengan mengajak kerjasama swasta,” urai mantan calon DPD RI di Pileg 2019 itu.

Baca juga :  Pandemi Corona Rangsang Harapan Baru, Golkar Optimis Calon Penantang Lebih Berpeluang

Soal target suara, Ambara menyebut diusung tiga parpol membuatnya berani menarget 10 persen di atas seterunya. Khusus tentang alasan mengapa mendaftar dengan jalan kaki dari kantor DPD Demokrat, dia menjawab, “Kita perlu olahraga supaya tetap sehat.”

Ketua DPD Partai Golkar Denpasar, I Wayan Mariyana Wandira, menambahkan, Denpasar butuh perubahan besar seperti tata ruang dan drainase. Dia optimis mengungguli petahana, karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah di bawah 50 persen. Karena itu, jika mesin partai solid bergerak, dia yakin perolehan suara 55 persen bisa diraih.

Dia mengaku tak masalah Walikota IB Rai Dharmawijaya disebut mendukung IGN Jaya Negara sebagai pengganti. “Yang menentukan itu pilihan masyarakat, bukan Walikota. Kalau memahami situasi saat ini, apa ingin berada di zona sekarang atau lebih baik?” cetusnya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.