HUT PDIP dan Praktik Kedewasaan Politik Elite, Komunikasi Elegan Memantik Segan

  • Whatsapp
UCAPAN selamat HUT ke-48 PDIP yang disampaikan Wandhira dan Juliarta di akun Facebook mereka. Komunikasi elegan pasca-Pilkada 2020 ini menghadirkan kesejukan dan memperlihatkan kedewasaan berpolitik para elite di Bali. Foto: ist
UCAPAN selamat HUT ke-48 PDIP yang disampaikan Wandhira dan Juliarta di akun Facebook mereka. Komunikasi elegan pasca-Pilkada 2020 ini menghadirkan kesejukan dan memperlihatkan kedewasaan berpolitik para elite di Bali. Foto: ist

HUT ke-48 PDIP pada 10 Januari memang sudah berlalu beberapa hari. Tetapi ada hal remeh yang “tercecer” dari peringatan milad partai terbesar di Indonesia tersebut, yang dirayakan sebulan usai panasnya kompetisi Pilkada 2020. Hadirnya ucapan selamat HUT dari elite partai rival PDIP di Pilkada di Bali, menjadi sisi menarik untuk dijadikan cermin bagi praktik politik kontemporer.

Dalam Pilkada di enam kabupaten/kota di Bali, Partai Golkar menjadi seteru PDIP yang utama. Salah satunya di Pilkada Denpasar. Namun, rivalitas sengit saat Pilkada seperti tidak berjejak melihat Ketua DPD Partai Golkar, I Wayan Mariyana Wandhira, mengucapkan selamat HUT PDIP di akun media sosial Facebook-nya. Apa komentarnya soal postingan itu?

Bacaan Lainnya

“Politik itu dinamis, dan itu cerminan dinamika masyarakat. (Postingan) itu juga bukti idiom bahwa tidak ada musuh dan kawan abadi dalam politik,” kata Wandhira selaku Ketua Tim Pemenangan Paslon Amerta di Pilkada Denpasar, Kamis (14/1/2021).

Menurut Wandhira, politik itu cara dan strategi mencapai tujuan, apapun lambang partainya. Jika tujuan dan kepentingannya sama, akan dapat mengubah perjalanan yang awalnya seteru menjadi sekutu, begitu juga sebaliknya. Karena itu, berpolitik praktis termasuk dalam pilkada, merupakan kebebasan memberi pandangan atau pilihan. Jadi, tegasnya, tidak harus terus bergesekan.  

Baca juga :  Libur Kuningan, Pantai Jasri Ditutup, Senin Ini Dibuka Kembali

“Kita berpolitik butuh kedewasaan, berbeda tidak harus bermusuhan, dan jadikan politik sebagai media mencari solusi atas persoalan di masyarakat. Ketika elitenya sejuk, di bawah juga sejuk. Kalau emosi terus usai pilkada, lalu kapan kita akan melangkah maju?” urainya tertawa.

Selain Wandhira, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, I Ketut Juliarta, juga mengucapkan selamat HUT PDIP di akun Facebook pribadinya. Padahal jika mengilas balik ke Pilpres 2019, Gerindra yang mencalonkan Prabowo Subianto seperti tidak akan pernah berdamai dengan PDIP yang mengusung Joko Widodo. Seiring berlalunya waktu, berlalu pula perang wacana kedua kubu.

Disinggung motivasinya mengucap HUT PDIP itu, Juliarta berkata karena melihat perkembangan politik yang terjadi Jakarta. Gerindra kini bagian dari koalisi pemerintahan Jokowi, karena itu sebagai kader dia mengikuti untuk menjalin dan mempererat persaudaraan antara kedua partai itu di daerah.

“Sebagai kader muda Gerindra, saya ingin politik yang adem. Siapapun yang ada ulang tahun ya kami ucapkan selamat sebagai bentuk kedewasaan. Politik itu seni, termasuk seni berkomunikasi meski hanya di media sosial,” ulas politisi asal Klungkung tersebut.

Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, mendaku gembira dengan sikap para elite seperti itu. Dia mengapresiasi pola komunikasi politik yang dilakukan, dan menilai sikap semacam itu perlu dikembangkan politisi di Indonesia. Bahwa dalam hajatan politik saling serang habis-habisan, itu hal umrah. Yang penting ketika agenda politik selesai dan pemenangnya sudah ada, jalinan persahabatan dijalin kembali.

Baca juga :  Antisipasi Covid-19, PUPR Denpasar Sosialisasi PKM Terhadap Pekerja Konstruksi Bangunan

“Politik itu kan tarung ide dan gagasan untuk menyejahterakan masyarakat, bukan pinter-pinteran. Habis pilkada ya mari kita rawat kekerabatan, dan itulah kedewasaan dan budaya politik kita,” serunya.

Ketika semua elite partai bisa bersikap demikian, sambungnya, tidak ada lagi sengketa usai pilkada yang sampai berlarut-larut dengan pengerahan massa atau keributan. Usai kontestasi, semua pihak menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin. “Prinsip kita bersaudara itu perlu terus digemakan, karena hajatan politik itu hanya beda jalan saja,” cetusnya menandaskan.

Sekretaris DPD PDIP Bali, IGN Jaya Negara, di kesempatan terpisah, berujar sangat berterima kasih dengan ucapan selamat HUT partainya itu. Sikap demikian, ulasnya, merupakan keniscayaan karena tugas politisi sama-sama untuk memberi yang terbaik untuk masyarakatnya. “Memang kita harus bersinergi membangun Kota Denpasar ini. Proses demokrasinya lewat pilkada sudah lewat, dan bagi saya beliau (Wandhira) seorang negarawan,” puji Wakil Wali Kota Denpasar yang tinggal menghitung hari dilantik sebagai Wali Kota tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.