Hujan Gerus Jalan Penghubung Dua Desa di Tembuku

  • Whatsapp
JALAN penghubung Banjar Pulasari Kawan, Desa Peninjoan dengan Banjar Bangkiangsidem, Desa Bangbang yang ambrol. Foto: gia
JALAN penghubung Banjar Pulasari Kawan, Desa Peninjoan dengan Banjar Bangkiangsidem, Desa Bangbang yang ambrol. Foto: gia

BANGLI – Air hujan jadi dalang kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah di Kecamatan Tembuku. Salah satunya ruas jalan penghubung Banjar Pulasari Kawan, Desa Peninjoan dengan Banjar Bangkiangsidem, Desa Bangbang yang ambrol. Jalan di sebelah timur SD Negeri Peninjoan itu membuat kendaraan yang lewat harus ektra hati-hati.

Dari informasi yang dihimpun, jebolnya jalan tersebut terjadi sejak Desember 2020 lalu. Derasnya hujan sepekan lalu membuat jalan yang jebol itu panjangnya mencapai 3 meter dengan lebar 1,5 meter. Ambrolnya jalan dipicu debit air hujan melebihi kapasitas gorong-gorong ke drainase dari Dusun Pulasari Kawan dan Pulasari Kangin, sehingga dinding di utara jalan dengan ketinggian kurang lebih 8 meter amblas.

Bacaan Lainnya

Kepala Dusun Pulasari Kawan, I Wayan Kardiyasa, Selasa (23/2/2021) menjelaskan, meski jebolnya jalan itu sejak Desember 2020 lalu, ketika itu ambrolnya tidak begitu parah. Kerusakan tambah parah karena terus diguyur hujan. Dia berujar sudah melaporkan kondisi itu ke Perbekel, dan ditindaklanjuti instansi terkait. Malah sempat diukur kerusakannya.

Akibat ambrolnya jalan itu, kini warga yang ingin lewat harus ekstra hati-hati. “Kalau tidak, pengendara yang datang dari dua arah bisa terperosok ke jurang sedalam 10 meter,” terangnya.

Arus lalu lintas di jalan ini, sambungnya, termasuk padat, terutama menghubungkan Desa Suter, Kecamatan Kintamani menuju Kabupaten Klungkung dan Karangasem. Yang banyak lewat truk mengangkut pasir dan mengangkut kayu albesia, karena sentra kerajinan kayu kebanyakan ada di Desa Suter. Selain itu, Dusun Pulasari Kawan banyak ada produksi somil untuk bahan bangunan. “Sehari bisa 40 sampai 50 truk yang lewat membawa material pasir maupun kayu,” katanya.

Baca juga :  COVID-19 juga Tunda Piala AFC

Dia berharap Pemkab Bangli melalui dinas terkait segera memperbaiki, karena jika tidak segera diperbaiki kemungkinan jebolnya akan melebar. Saat ini lokasi tersebut dipasangi garis polisi oleh Bhabinkamtibmas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Bangli, I Wayan Suastika, membenarkan adanya jalan ambrol di Banjar Pulasari. Dia berkata jalan itu sudah dicek mandor Kecamatan Tembuku, dan kerusakan dipastikan akibat terus-menerus tergerus air hujan. Di bawah jalan juga terdapat saluran drainase membentang.  “Saluran air itu harus diperbaiki, termasuk diperbaiki DPT (dinding penahan tanah)-nya,” ucapnya singkat. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.