Hujan Es Warnai Tahun Baru Imlek 2573 di Kintamani

PERAYAAN Tahun Baru Imlek 2573 di Desa Langgahan, Kintamani, Selasa (1/2/2022). Foto: ist

BANGLI – Fenomena hujan es kembali melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kintamani, Bangli. Kali ini hujan es sebesar biji jagung mengguyur wilayah Desa Batur, Selasa (1/2/2022) sekitar pukul 14.30 Wita. Kondisi tersebut sempat membuat warga kaget gegara suara keras yang ditimbulkan, terutama bagi warga yang rumahnya masih beratapkan seng.

Menurut Kelian Adat Batur Utara, I Ketut Wijaya, membenarkan adanya fenomena hujan es tersebut. “Hujan es ini berlangsung selama 10 menit, esnya seukuran jagung, ada juga yang kecil-kecil,” ungkapnya saat dihubungi via telepon.

Bacaan Lainnya

Dia menuturkan, awalnya turun hujan disertai angin kencang di wilayah Kintamani dengan tiga kali tahapan. Sekitar pukul 13.00 hujan turun dengan lebat, kemudian sempat mereda, selanjutnya kembali hujan, kembali mereda. Saat tahap hujan ketiga itulah kembali lebat disertai hujan es.

Disinggung fenomena hujan es ini ada kaitan dengan perayaan Hari Raya Imlek yang dimaknai sebagai turunnya rezeki, dia berkata, “Kita harap fenomena hujan es ini berdampak positif bagi kita semua, termasuk warga keturunan yang kini tengah merayakan Imlek.”

Mengacu data dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Bali, fenomena hujan es adalah fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi, dan termasuk dalam kejadian cuaca ekstrem.

Hujan es terjadi karena adanya awan cumulonimbus. Di awan ini terdapat tiga macam partikel, yaitu butir air, butir air superdingin, dan partikel es. Hujan lebat yang masih berupa partikel padat, baik es atau hail (hujan es) dapat terjadi, bergantung dari pembentukan dan pertumbuhan awan cumulonimbus tersebut.

Hal ini juga disebabkan aliran udara ke bawah dari awan cumulonimbus cukup tinggi. Fenomena hujan es bergantung dari pembentukan awan cumulonimbus. Jika awan cumulonimbus memiliki aliran udara ke bawah yang tinggi, juga didukung suhu daratan yang cukup dingin, maka akan turun hujan es.

Hujan bercampur es disertai angin kencang juga menerjang wilayah Desa Adat Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, Selasa (1/2/2022) petang.
Menurut Bendesa Adat Bukit Galah, I Putu Suyasa, yang dihubungi, membenarkan adanya fenomena alam tersebut.

Kata dia, hujan bercampur es plus angin kencang mulai turun di wilayahnya sekitar pukul 15.30 Wita. “Hujan air dan es turun di wilayah Bukit Galah tadi selama kurang lebih empat menitan, disertai angin kencang,” jelasnya.

Sebelum turunnya hujan es tersebut, ungkapnya, wilayah Bukit Galah diterjang angin angin kencang dan suhu udara menjadi sedikit lebih dingin dari biasanya. Meski cukup mengagetkan, fenomena hujan es tersebut dikatakan Suyasa sejauh ini tidak sampai menimbulkan kerusakan apapun. gia/nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses