Harga Minyak Goreng di Bangli Masih Bervariasi

HARGA minyak goreng di Bangli saat ini masih bervariasi, ada yang Rp14 ribu per liter sesuai instruksi pemerintah, tapi ada juga yang masih harga lama di kisaran Rp19 ribu per liter. Foto: gia
HARGA minyak goreng di Bangli saat ini masih bervariasi, ada yang Rp14 ribu per liter sesuai instruksi pemerintah, tapi ada juga yang masih harga lama di kisaran Rp19 ribu per liter. Foto: gia

BANGLI – Harga minyak goreng di Bangli saat ini masih bervariasi, ada yang Rp14 ribu per liter sesuai instruksi pemerintah, tapi ada juga yang masih harga lama di kisaran Rp19 ribu per liter. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bangli melakukan pengecekan harga minyak goreng di pasar tradisional, dengan sasaran pedagang di Pasar Kidul, Bangli.

Pantauan di Pasar Kidul Bangli, Selasa (1/2/202) masih banyak pedagang memiliki stok minyak goreng dengan harga bervariasi di atas Rp14 ribu per liter. Salah seorang pedagang, Ibu Bambang, mengaku masih punya minyak goreng yang dijual dengan harga lama, karena belum semua ditarik oleh distributor. “Jika dijual dengan harga sesuai ketentuan pemerintah, rata-rata kerugian per liter sampai 5 ribu,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Salah seorang pedagang di LC Subak Uma Bukal, I Dewa Gede Rai, juga mengakui masih menjual dengan harga lama. Seperti minyak goreng super dibanderol Rp21 ribu, yang biasa berkisar antara Rp19 ribu sampai Rp20 ribu, bergantung merknya. Sampai kemarin belum ada distributor yang menarik.

“Saya biarkan saja walaupun tidak ada yang beli. Kalau dijual sesuai harga ketentuan pemerintah, saya yang rugi,” ungkapnya.

Anggota TPID Bangli, Dewa Made Kantor, yang bertugas di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangli, mendaku melakukan pemantauan ke pasar belum lama ini. Dia mengklaim kebijakan satu harga di retail modern sudah terlaksana. Kemudian di toko atau minimarket lokal juga sudah melakukan penyesuaian. Hanya, untuk di pasar rakyat masih berproses, dan diberi waktu satu minggu untuk penyesuaian.

Sampai dengan hari kesembilan, dia tak memungkiri masih ada minyak goreng yang dijual dengan harga lama. Maka dari itu instansinya terus melakukan pemantauan. “Hasil pemantauan kami akan kami laporkan ke Provinsi, dalam hal ini Dinas Perdagangan,” terangnya.

Menurutnya, para distributor mulai menarik minyak goreng dengan harga lama di pedagang grosiran. Selanjutnya akan disuplai kembali dengan jumlah yang lebih banyak. “Retail modern bisa langsung menyesuaikan karena langsung ditekan dari perusahaan. Kalau pedagang di pasar, karena banyak distributor, sehingga makan waktu yang lebih lama,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses