Gubernur Koster Hibahkan Tanah-Bangunan untuk Pengembangan RSUD Bangli

BUPATI Sang Nyoman Sedana Arta mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, dan jajaran, yang menghibahkan lahan aset Pemprov Bali untuk pengembangan RSUD Bangli. Foto: ist
BUPATI Sang Nyoman Sedana Arta mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, dan jajaran, yang menghibahkan lahan aset Pemprov Bali untuk pengembangan RSUD Bangli. Foto: ist

BANGLI – Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Pemkab Bangli melakukan pengembangan RSUD Bangli yang fisik bangunannya saat ini tidak representatif sebagai RSUD Tipe B Pendidikan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bangli dalam RPJMD Tahun 2021-2026 yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Kabupaten Bangli Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Kita Wujudkan Bangli Era Baru”.

Visi itu diimplementasikan ke dalam 9 misi pembangunan, dengan misi kedua sangat jelas tersurat “Mengembangkan kesehatan masyarakat yang terjangkau, merata, adil dan berkualitas”.

Bacaan Lainnya

Hal itu menjadi pedoman pembangunan Bangli selama lima tahun ke depan di bidang kesehatan, salah satunya melalui pembangunan RSUD Bangli. Sebab, saat ini keadaan masterplan bangunan tidak jelas, gedung terlihat kumuh, pelayanan belum maksimal, serta banyak pengaduan yang mengeluhkan kualitas pelayanan.

Tahun pertama kepemimpinan Sang Nyoman Sedana Arta dan I Wayan Diar, Pemkab mulai membuat gebrakan dengan pembenahan manajemen RSUD, mutasi jabatan dalam pengelolaan RSUD, serta pengawasan dengan berkantor di RSUD. Dilanjutkan dengan penyusunanmasterplan/DED pembangunan RSUD serta pengalokasian pembangunan RSUD dalam APBD Perubahan 2021, dengan sumber pendanaan dari dana pinjaman PEN Kementerian Keuangan Rp75 miliar (realisasi Rp71 miliar). Pengerjaan pembangunan dilakukan secara multiyears (tahun jamak) dari tahun 2021 hingga 2022, dengan perkiraan selama 10 bulan.

Mendukung rencana pengembangan RSUD Bangli, Pemkab Bangli mengajukan permohonan kepada Gubernur Bali, I Wayan Koster, untuk perluasan lahan di sebelah barat areal RSUD. Sebab, terdapat lahan kosong milik Pemprov Bali yakni lahan RSJ Provinsi Bali. Gubernur menyetujui rencana itu, dan hadir saat peletakan batu pertama pembangunan RSUD Bangli pada 5 November 2021.

Gubernur juga mengapresiasi program pembangunan RSUD Bangli, yang dinilai sebagai prioritas kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, sebagai kebutuhan paling dasar yang harus dipenuhi. Gubernur juga menilai kondisi RSUD Bangli saat ini kurang layak.

Menindaklanjuti usulan permohonan hibah tanah, Gubernur minta persetujuan DPRD Bali, sehingga terbit naskah hibah antara Pemprov Bali dengan Pemkab Bangli Nomor : B.13.032/4092/P.BMD/BPKAD bertanggal 21 Juli 2022 dengan luas tanah 7.100 m2. Hal ini merupakan terobosan besar sebagai bentuk sinergi pembangunan antara Pemkab dengan Pemprov, sebagai satu kesatuan wilayah “one island one management”.

Selain itu, sebagai bentuk pemerataan pembangunan di Provinsi Bali. Program sinergi pembangunan ini juga bukti nyata kerja keras Bupati Bangli serta jajaran, sekaligus keseriusan dukungan Gubernur terhadap pembangunan di Bangli. Cita-cita besar Pemkab Bangli untuk mewujudkan RSUD Bangli sebagai RSUD terbesar di wilayah Bali Timur, bahkan ingin menjadikan RSUD Bangli sebagai RSUD pusat pelayanan kanker di Bali.

Bupati Sang Nyoman Sedana Arta mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada Gubernur Bali dan jajaran, yang menghibahkan lahan aset Pemprov tersebut. Dia juga berharap sinergitas kedua pemerintahan dapat mempercepat proses pembangunan di Bangli. “Saya mengajak seluruh komponen masyarakat di  Bangli untuk jengah, bahu membahu, bergotong-royong dan mendukung semua program pembangunan  Gubernur Bali, yang sudah memberi bukti nyata untuk Bangli,” pesannya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses