GIANYAR – Seiring dengan dibangunnya Pasar Ubud, pedagang banyak yang berjualan di gang-gang dan trotoar. Selain itu, juga ada pedagang bermobil di pinggir jalan, sehingga mengakibatkan Ubud jadi macet dan terlihat kumuh.
Keluhan itu dilontarkan tokoh masyarakat dan perwakilan pedagang Ubud, I Wayan Roja (66), Kamis (4/8/2022). “Pedagang Pasar Ubud menyebar di mana mana. Akibatnya Ubud jadi kumuh,” tudingnya.
Roja berharap Ubud yang sudah mendapat pengakuan dunia, tidak sampai tampak kumuh gegara proyek Pasar Ubud. Pemerintah diminta sebaiknya menyiapkan tempat untuk pedagang. “Kami harapkan agar pedagang disiapkan tempat. Jangan sampai orang Ubud jualan di luar, tapi orang luar Ubud yang jualan menggunakan mobil,” cetusnya.
Dia mengungkapkan, pedagang dari Ubud memilih berjualan di gang-gang, tapi pedagang dari luar Ubud berjualan di atas mobil di seputaran proyek pasar. Kondisi itu membuat Ubud makin macet. Padahal pedagang dari Ubud sudah berjualan di tempat yang tidak menimbulkan kemacetan.
Kader Partai Demokrat ini minta pemerintah menertibkan pedagang dan juga menyiapkan tempat untuk berjualan. “Dengan disiapkan tempat, maka pedagang tidak akan tercecer di mana-mana. Selain tidak akan tampak kumuh lagi, juga mengurangi kemacetan,” pesannya. adi























