Golkar Diinstruksi Gaungkan Koalisi ke Tingkat Terbawah, Elektabilitas Rendah Tak Goyahkan Pencapresan Airlangga

SUGAWA menguraikan hasil arahan dan kebijakan Partai Golkar terkait Koalisi Indonesia Bersatu, yang akan disosialisasikan sampai lapisan akar rumput, Jumat (20/5/2022). Foto: hen
SUGAWA menguraikan hasil arahan dan kebijakan Partai Golkar terkait Koalisi Indonesia Bersatu, yang akan disosialisasikan sampai lapisan akar rumput, Jumat (20/5/2022). Foto: hen

DENPASAR – Jalan berkoalisi dengan PPP dan PAN di tingkat elite diterjemahkan DPD Partai Golkar Bali ke tingkat terbawah. Koalisi Indonesia Bersatu yang juga diniatkan mengawal pemerintahan Jokowi sampai tuntas pada 2024, tetap membuka pintu bagi parpol lain bergabung. Namun, meski elektabilitas rendah, penetapan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dipastikan harga mati.

Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, Jumat (20/5/2022) mengatakan, 34 DPD provinsi seluruh Indonesia sudah mendengar arahan Airlangga tentang Koalisi itu. Pada prinsipnya DPD provinsi sepakat dengan Koalisi, yang dinilai sebagai representasi nasionalis, Islam modern, dan Islam tradisional. DPD provinsi mendukung kebijakan DPP, dan siap menindaklanjuti di daerah masing-masing.

Read More

“Golkar mewakili nasionalis, PAN mewakili Islam modern, dan PPP mewakili Islam tradisional. Dari koalisi ini kami harap kita terhindar dalam Pemilu, khususnya Pilpres, polarisasi politik identitas,” jelasnya didampingi pengurus harian dan para ketua DPD kabupaten/kota di Bali.

Koalisi, sambungnya, sepakat mengawal sepenuh hati suksesnya pemerintahan Jokowi sampai selesai masa jabatan. Koalisi Indonesia Bersatu juga tidak menutup kemungkinan melibatkan partai lain menuju Pemilu 2024, sejalan dinamika politik yang berkembang.

Menurut Sugawa, dia dan para ketua DPD provinsi memandang sempurna Koalisi Indonesia Bersatu. Selain dapat menghindari polarisasi politik identitas, ketiga parpol juga berpengalaman mendukung pemerintah di eksekutif dan legislatif. Yang pasti, sambungnya, DPD provinsi sepakat mencalonkan Airlangga sebagai presiden, dan akan akan dilakukan diskusi politik nasional untuk menetapkan calon wakil presiden.

“Kami memberi Ketum untuk mengambil langkah selanjutnya. Ini sudah kami sampaikan ke ketua DPD kabupaten/kota di Bali, dan disepakati untuk ditindaklanjuti ke akar rumput,” paparnya.

Mengenai hasil survei elektabilitas Airlangga dan Golkar yang relatif kecil dan stagnan, Sugawa mendaku hasil survei bergantung surveyor. Ada yang menempatkan elektabilitas Airlangga rendah, ada juga tertinggi. Namun, karena Pemilu 2024 masih panjang, dia optimis masih banyak hal bisa terjadi.

Dia kembali mengurai alasan mengapa Golkar ngotot Airlangga layak capres. Antara lain banyak prestasi di bidang pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua tahun bisa mencapai 5 persen, dan inflasi hanya 3 persen. Singkat tutur, secara prestasi kinerja Airlangga bagus sebagai pemimpin.

“Kalau survei belum signifikan, itu jadi tantangan bagi kader. Kami tidak terpengaruh pandangan pihak lain terhadap Pak Airlangga. Kita harus objektif menilai dengan data terukur,” serunya.

Disinggung Golkar seakan memberi cek kosong kepada Airlangga untuk menentukan apakah kelak tetap sebagai capres atau bisa juga hanya cawapres, Sugawa menepis. Dia menyebut pencapresan Airlangga hasil Munas, dan bisa berubah jika ada Munas atau Rapimnas. Keputusan apakah tetap capres atau cawapres melalui mekanisme sendiri.

“Kemungkinan partai koalisi beri kewenangan kepada Ketum, dan kami yakin akan dipanggil jika ada keputusan strategis (soal pencapresan Airlangga),” ulasnya.

Apa hal baru ditawarkan Koalisi? “Keterbaruan karena lebih awal ditetapkan. Karena mencari pemimpin negara besar, perlu figur terbaik dan proses lebih panjang, serta masyarakat punya penilaian lebih lama,” pungkasnya. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.