DENPASAR – Pernyataan Waketum Partai Golkar, Erwin Aksa, yang menyebut komunikasi politik Golkar ke depan tidak lagi berbasis jurnalistik tapi konten media sosial (medsos), diklarifikasi Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry. “Itu cara pandang beliau melihat situasinya. Pandangan itu bebas saja, kami di Golkar biasa begitu, tapi disesuaikan dengan kondisi di daerah,” kata Sugawa, Jumat (20/5/2022).
Seakan tidak ingin “terseret” dalam bias pemaknaan pernyataan Erwin Aksa, Sugawa berkata Golkar di Bali selalu menggunakan komunikasi politik berbasis jurnalistik. Bahwa ada konten medsos seperti Tiktok, Youtube, dan Facebook yang juga dipakai, dia menyebut itu sebagai penguat atas menyentuh banyak lapisan. “Perlu saya tegaskan, kami di Bali berterima kasih kepada jurnalis, dan kami selalu mengundang kalau ada kegiatan (untuk pemberitaan),” lugas Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.
Sebelumnya, saat mengisi diklat relawan Semeton Airlangga (Semar) di wantilan DPD Partai Golkar Bali, Erwin Aksa menyebut ada sejumlah hal perlu dilakukan untuk menang Pilpres 2024. Antara lain harus memulai lebih awal daripada yang lain, dan itu artinya semua kader harus mulai kerja menggalang dukungan untuk mendulang suara. Tidak ada waktu lagi untuk diskusi dan presentasi, mesti cari suara sebanyak-banyaknya.
“Kita harus mengubah komunikasi publik, media dan pendukung. Beberapa bulan terakhir, komunikasi kita bukan berbasis jurnalistik, tapi konten medsos. Tiktok, Instagram, Reels dan Youtube disebar lewat grup untuk viral. Medsos dan konten jadi kunci, yang punya pesan dan narasi bagus jadi kunci menang pemilu,” urainya kala itu.
Masih terkait komunikasi politik, Erwin berkata pertemuan Ketua Umum PPP, Suharso Manoarfa; dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, serta para tokoh partai lain menunjukkan Golkar sebagai partai yang bisa membawa persatuan untuk semua. Hanya, dia mengakui belum ada pembicaraan dengan PDIP sebagai partai pendukung pemerintahan Jokowi, dengan Golkar termasuk di dalamnya.
Apakah Golkar sudah menutup pintu untuk PDIP? “Saya tidak tahu, itu kebijakan dari pusat, dari pimpinan,” kelitnya sembari bergegas berlalu. hen
























