Gianyar PPKM Level 2, Warga Diingatkan Tak Abai Prokes, Tes PCR di Penerbangan Dinilai untuk Jaga Bali

  • Whatsapp
STAF Ahli DPRD Gianyar, Ketut Rahayu. Foto: adi
STAF Ahli DPRD Gianyar, Ketut Rahayu. Foto: adi

GIANYAR – Kabupaten Gianyar kini masuk dalam PPKM Level 2, tapi warga diingatkan tidak lengah dan tetap menaati protokol kesehatan (prokes). Selain itu, apapun aturan dari pemerintah pusat juga mesti tetap diikuti. Pandangan itu disampaikan Staf Ahli DPRD Gianyar, Ketut Rahayu, Senin (25/10/2021).

Lebih lanjut dikatakan, posisi PPKM Level 2 seyogianya tidak mengendurkan penerapan prokes oleh publik. Menjalankan kegiatan adat dan agama juga jangan melibatkan terlalu banyak orang. “Kita melawan musuh yang tidak kelihatan, karena itu kita harus tetap waspada dengan menerapkan prokes yang ketat,” pesannya.

Bacaan Lainnya

Aturan yang dirilis pemerintah pusat, sambungnya, harus tetap diikuti. Termasuk kewajiban tes PCR bagi yang berpergian dengan pesawat udara. Alasannya, setiap aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat pasti sudah dikaji terlebih dulu. “Bisa saja kebijakan tersebut diambil karena terjadi peningkatan secara signifikan pelaku perjalanan dan aktivitas masyarakat ke Jawa dan Bali,” cetusnya.

Selain itu, dia menduga karena banyak daerah di luar Bali yang pencapaian vaksinasinya masih di bawah 50 persen. Kondisi itu masih rawan penularan Covid-19. Pun mengantisipasi dan pencegahan terhadap munculnya varian baru Covid-19, yaitu MU yang berpotensi menular ke Indonesia.

Baca juga :  Tiga Hari Berturut, Tidak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 Baru di Denpasar, Tiga Pasien Juga Sembuh

Hal lain yang melatarbelakangi kebijakan tes PCR itu, imbuhnya, yakni untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 di Bali. Sebab, pada tahun 2022 di Bali akan ada pertemuan internasional pengurangan risiko bencana yang diikuti 194 negara. Juga konferensi Minamata yang diikuti 135 negara, serta Presidensi G20 yang diikuti 39 negara. “Serta masih ada rencana pertemuan lainnya,” ungkapnya.

Semua pertemuan internasional itu, urainya, merupakan kepentingan negara sekaligus momentum memulihkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia dan Bali. “Karena itu pemerintah punya tanggung jawab menjaga Bali agar tidak terjadi lonjakan kasus baru Covid-19. Mari kita dukung kebijakan pemerintah pusat,” ajaknya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.