Gema PSSAKK Kabupaten Gianyar Dilantik

PELANTIKAN Pengurus Generasi Milenial Pasemetonan Prati Sentana Sira Arya Kubun Tubuh-Kuthawaringin (Gema PPSAKK). Foto: adi
PELANTIKAN Pengurus Generasi Milenial Pasemetonan Prati Sentana Sira Arya Kubun Tubuh-Kuthawaringin (Gema PPSAKK). Foto: adi

GIANYAR – Pengurus Generasi Milenial Pasemetonan Prati Sentana Sira Arya Kubun Tubuh-Kuthawaringin (Gema PPSAKK) Kabupaten Gianyar periode 2022-2027 resmi dilantik. Kepengurusan terdiri dari 31 orang. Demikian diungkapkan Ketua Panitia Pelantikan, I Made Sukariawan, usai acara di wantilan Pura Dalem Desa Adat Guwang, Kecamatan Sukawati, Minggu (20/2/2022).

Lebih lanjut Sukariawan memaparkan, selama ini trah Arya Kubon Tubuh-Kuthawaringin, khususnya generasi muda, masih minin wadah untuk berorganisasi. Dengan terbentuknya Gema PPSAKK ini, dia berharap dapat jadi media menampung serta mempersatukan seluruh generasi muda trah Arya Kubon Tubuh-Kuthawaringin di Gianyar.

Bacaan Lainnya

Tempat pelantikan dilaksanakan di Banjar Wangbung, Desa Guwang, jelasnya, karena warga di desa ini cukup banyak berasal dari trah Arya Kubon Tubuh-Kuthawaringin. Selain bisa lebih mempererat persatuan antara sesama trah, pengurus juga diharap mampu meningkatkan rasa bakti kepada leluhur, serta menjadi generasi penerus yang mampu mewujudkan cita-cita pendahulu. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu pelaksanaan pelantikan ini, semoga pengurus yang pertama ini mampu menjalankan tugas sesuai harapan,” pesannya. 

Hal senada diungkapkan Pengurus Pusat PPSAKK, Prof. I Ketut Mertha. Dia menilai pelantikan pengurus ini merupakan upaya mewujudkan persatuan antara sesama trah, dan mempersatukan seluruh masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkesinambungan. 

Merta menguraikan, hal tersebut sejalan dengan jasa leluhur trah Arya Kubon Tubuh-Kuthawaringin yang berhasil membujuk Ida I Dewa Ketut Ngulesir menjadi raja. Ngulesir tidak berkeraton di Samprangan, tapi Kyayi Kalpodhyana menyerahkan rumahnya di Gelgel untuk dijadikan Keraton yang bernama Sweca Linggarsa Pura sekitar tahun Saka 1305. Kyayi Kalpodhyana pindah ke selatan, tinggal di kebun tegalan yang dipenuhi kelapa (tubuh), sehingga lebih dikenal dengan nama Kyayi Kubon Tubuh. 

Pada waktu pemerintahan Ida I Dewa Ketut Ngulesir yang bergelar Ida Dalem Ketut Semara Kepakisan, Kyayi Kubontubuh diberi tugas membunuh harimau hitam (macan selem) di Blambangan, sehingga Ida Dalem juga menganugrahkan keturunan trah Arya Kubon Tubuh menggunakan petualangan atau sarana pembakaran mayat berupa macan selem. “Banyak nilai kepahlawanan, kenegarawanan, jiwa kesatria, kejujuran serta pengabdian kepada tanah air yang diwariskan leluhur kita. Mari kita ambil makna tersebut dan terapkan pada kehidupan sekarang,” ajaknya.   

Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta, menimpali, bakti kepada leluhur dalam konteks kekinian lebih baik jika diimplementasikan dengan hal-hal nyata. Generasi milenial yang baru dilantik diharap membuat program nyata tanpa pamrih. Kegiatan seperti donor darah, pengolahan sampah plastik serta pelatihan UMKM bagi masyarakat akan menjadi prioritasprajuru yang baru dilantik.

Masih dalam konteks bakti kepada leluhur, Parta juga mengingatkan tidak melupakan kawitan(leluhur) dengan menjalankan swadhrama (kewajiban) sebagai umat Hindu. “Mari kita bijak beragama agar apa yang kita yakini bermanfaat bagi kita dan orang lain, bukan sebaliknya,” lugasnya mengingatkan.  adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses