Fasilitasi Bakat dan Minat Warga Binaan, Lapas Tabanan Berikan Pelatihan Keterampilan Gong

LAPAS Kelas IIB Tabanan memberikan pembinaan bagi warga binaan yang salah satunya berupa kemandirian keterampilan gamelan gong. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Lapas Kelas IIB Tabanan memberikan pembinaan bagi warga binaan sebagai bekal ketika suatu saat kembali bermasyarakat. Salah satunya dengan memberikan pembinaan kemandirian keterampilan gamelan gong, alat musik tradisional Bali yang biasa dipentaskan dalam upacara-upacara keagamaan.

Kalapas Tabanan, Muhamad Kameily, mengungkapkan ada beberapa jenis kegiatan pembinaan yang ada di Lapas Tabanan. Di antaranya pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan pembinaan ini juga sejalan dengan perintah harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang salah satu tujuan pemasyarakatan adalah mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat melalui reintegrasi sosial,” ujar Kameily, Kamis (12/12/2024).

Dikatakan bahwa reintegrasi sosial bagi warga binaan merupakan proses yang sangat penting, yang bertujuan untuk mempersiapkan warga binaan untuk beradaptasi kembali di masyarakat setelah bebas dari lapas. “Pelatihan keterampilan gong yang saat ini dilaksanakan merupakan salah satu kegiatan pembinaan kemandirian, sesuai dengan bakat yang dimiliki oleh sebagian warga binaan,” ujar Kameily.

Sementara itu, Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Komang Suryana, menambahkan, selain dalam upaya memfasilitasi bakat dan minat warga binaan, pembinaan keterampilan gong ini juga merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya tradisional Bali.

“Gamelan gong merupakan alat musik tradisional yang sakral, yang dalam pementasan dilaksanakan saat ada upacara-upacara keagamaan. Jadi, selain menyalurkan bakat bagi teman-teman warga binaan, kami juga ingin melestarikan kebudayaan asli Bali,” ujar Suryana.

Salah seorang warga binaan yang ikut pembinaan keterampilan gong, mengucapkan terima kasih kepada Lapas Tabanan yang sudah memfasilitasi kegiatan pembinaan ini.

“Saya sangat senang, yang biasanya menonton sekaa gong saat pentas di upacara-upacara keagamaan di rumah, tetapi karena kesibukan dan lain hal saya tidak pernah belajar memainkan alat musik tersebut. Sekarang, di sini (lapas) saya punya kesempatan untuk belajar,” ucap Made. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses