Enam Bulan Tak Maksimal Langsung Diganti, Koster Kukuhkan Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Besakih

BADAN Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih resmi dikukuhkan Gubernur Bali, I Wayan Koster, Jumat (24/3/2023) di Gedung Graha Wiyata. Foto: ist
BADAN Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih resmi dikukuhkan Gubernur Bali, I Wayan Koster, Jumat (24/3/2023) di Gedung Graha Wiyata. Foto: ist

KARANGASEM – Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih resmi dikukuhkan Gubernur Bali, Wayan Koster, Jumat (24/3/2023) di Gedung Graha Wiyata. Koster menyerukan seluruh pengurus yang baru dikukuhkan langsung bekerja keras, sungguh-sungguh, harus berkoordinasi dan sinergi dengan baik. Muaranya adalah kawasan suci Pura Agung Besakih yang menghabiskan anggaran Rp911 miliar dapat dijaga dengan baik.

“Jika dalam waktu enam bulan ke depan seluruh pengurus tidak menunjukkan performa yang baik, tidak ada perkembangan, langsung akan saya ganti,” katanya dengan nada tegas.

Bacaan Lainnya

Koster memaparkan, enam pengurus yang baru dikukuhkan merupakan orang-orang berkompeten di bidangnya. Pula memiliki rekam jejak yang baik, dan semuanya berasal dari Karangasem, dengan satu di antaranya berasal dari Desa Besakih. Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, dinilai memiliki pengalaman luar biasa. Bahkan, sambungnya, Muliarta juga memiliki uang yang cukup, sehingga tidak mungkin akan macam-macam terkait pengelolaan keuangan.

Pengurus Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, imbuhnya, harus tegas dalam melakukan pengaturan. Jangan sampai ada mobil atau sepeda motor parkir di pinggir jalan, semuanya harus tertib dan parkir di tempat yang disediakan.

“Jika ada yang melanggar parkir walaupun itu mobil Gubernur, bupati atau siapa pun, harus ditindak, harus dituntun ke tempat parkir yang disediakan. Jangan biarkan parkir sembarangan, harus berani tegas,” instruksinya.

Koster juga menginstruksikan agar segera mencari orang-orang berkompeten yang akan bekerja di bawah kepengurusan. Jika bisa dicari orang yang dari wilayah Desa Besakih. Tentu harus mau ikut bekerja keras dan tidak malas-malasan.

“Tantangan pertama yang harus dijalani seluruh pengurus adalah terkait Karya Ida Bhatara Turun Kabeh. Jadi, sebelum dilaksanakannya karya, harus sudah ada orang-orang yang menempati tempat-tempat sesuai kompetensinya,” pinta Koster. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses