Empat Pelaku Persetubuhan Anak di Buleleng Ditahan

  • Whatsapp
TERSANGKA Candra saat digiring polisi, di Mapolres Buleleng, Jumat (13/11/2020). Foto: rik
TERSANGKA Candra saat digiring polisi, di Mapolres Buleleng, Jumat (13/11/2020). Foto: rik

BULELENG – Kadek Candra Yasa (18) akhirnya resmi dijebloskan ke sel tahanan Polres Buleleng. Candra yang kini masih berstatus pelajar ini merupakan salah satu dari total 11 pelaku yang menyetubuhi gadis dibawah umur berinisial KMW (12) secara giliran, beberapa waktu lalu. Sebelumnya, sudah ada 10 pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ini.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan, sejak ditetapkan sebagai tersangka atas kasus persetubuhan anak dibawah umur, Candra langsung dijemput pada Rabu (11/11/2020) di kediamannya tersangka Candra.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, pada Kamis (12/11/2020) tersangka Candra secara resmi kini ditahan. “Ada 4 pelaku sudah dewasa yang kami lakukan upaya penahanan. Sedangkan, sisanya 7 orang pelaku hanya kami lakukan pembinaan dan wajib lapor karena dibawah umur,” kata AKP Vicky, Jumat (13/11/2020) di Mapolres Buleleng.

Candra warga Desa Alasangker, Buleleng ini merupakan pelaku kesebelas berhasil diungkap Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng dari hasil pengembangan atas kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur menimpa KMW dan dilaporkan oleh KA (35) yang tak lain adalah keluarga korban.

Baca juga :  Pusat Bantu Bali 105 Bus, Gubernur Koster: Warnanya Tridatu

“Tersangka (Candra) mengajak korban ke sebuah gubuk di dalam areal perkebunan di Banjar Dinas Pendem, Desa Alasangker, lalu mengajak korban melakukan persetubuhan. Ini terjadi Minggu 11 Oktober 2020 sekitar pukul 21.00 wita,” jelas AKP Vicky.

Sejauh ini, diakui AKP Vicky, kondisi psikis korban masih dalam trauma atas peristiwa keji yang menimpa. Korban KMW pun hingga kini masii didampingi oleh psikolog. “Korban masih didampingi psikolog, sampai nanti korban bisa bicara. Awalnya, kendalanya memang korban sulit dimintai keterangan,” ujar AKP Vicky.

Tidak menutup kemungkinan juga, lanjut AKP Vicky, polisi masih terus melakukan pengembangan atas kasus ini untuk bisa mengungkap kemungkinan ada pelaku-pelaku lain. “Masih dalam pengembangan, nanti itu. Kami masih kumpulkan keterangan dari korban,” pungkas AKP Vicky.

Sementara itu tersangka Candra tak mau berkomentar banyak. Ia hanya mengaku, ikut-ikutan menyetubuhi korban KMW atas ajakan sejumlah temannya. “Gak, cuma ada hasutan dari teman saja,” tandas tersangka Candra dengan singkat.

Sebelumnya, dalam penanganan kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur, polisi menetapkan 10 orang tersangka, 3 orang telah ditahan karena sudah dewasa yakni Gede Putra Ariawan alias Wawan (19) asal Desa Alasangker, Putu Rudi Ariawan (19) alias Rudi dan Kadek Arya Gunawan alias Berit (22) asal Lingkungan Penarungan, Kelurahan Penarukan.

Kini terdapat tambahan satu orang tersangka yang ditahan yakni Candra. Sementara sisanya 7 orang masih dibawah umur dan tidak dilakukan penahanan. Mereka berinisial GP, GA, E, KD, KJ, S dan T. Meski tidak ditahan, ketujuh orang pelaku ini ternyata tetap menjalani proses hukum mengingat ancaman hukuman mereka diatas 7 tahun penjara.

Baca juga :  Bangkitkan Pariwisata di Tengah Pandemi, Pemkab Buleleng Gencar Benahi Sektor Pariwisata

Akibat perbuatannya, kini kesebelas tersangka terancam dijerat dengan Pasal 81 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.