Jadi Bahan Evaluasi, Perkuat Konsolidasi, Respons Golkar Elektabilitas Menurun di Survei

  • Whatsapp
SUGAWA Korry (kanan) dalam satu kegiatan Partai Golkar. Dia menghormati hasil survei elektabilitas parpol, termasuk yang menyebut Golkar hanya tersisa 3,4 persen pada saat ini. Foto: hen
SUGAWA Korry (kanan) dalam satu kegiatan Partai Golkar. Dia menghormati hasil survei elektabilitas parpol, termasuk yang menyebut Golkar hanya tersisa 3,4 persen pada saat ini. Foto: hen

DENPASAR – Adanya hasil survei elektabilitas Partai Golkar yang njomplang di dua lembaga survei berbeda, tidak terlalu mempengaruhi kader partai ini di Bali. Ketika survei bagus tidak membuat besar kepala, saat hasilnya jelek juga tidak bikin patah semangat. “Apapun hasil surveinya, kami menghormati itu dan menjadikan itu sebagai bahan evaluasi kami melangkah,” kata Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, dimintai tanggapan, Selasa (23/2/2021).

Untuk diketahui, Litbang Kompas dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei elektabilitas partai politik, dan hasilnya sangat berbeda jauh. Dalam survei Litbang Kompas pada 27 Desember 2020 sampai 9 Januari 2021 dengan melibatkan 2.000 responden secara acak di 34 provinsi, yang ditampilkan di harian Kompas edisi 22 Februari 2021, elektabilitas Partai Golkar tahun 2021 “hanya” 3 persenan. Golkar tidak masuk lima besar, kalah oleh Gerindra, PKB, PKS, dan bahkan Demokrat, dengan PDIP di posisi pertama dengan 19,7 persen.

Bacaan Lainnya

Sementara menurut hasil survei LSI, Golkar di posisi ketiga dengan elektabilitas 10 persen, kalah dengan Gerindra (12,6 persen) dan PDIP (24,5 persen).

Sugawa mendaku selalu melihat dan membaca hasil survei, apapun lembaga surveinya. Ada yang hasilnya mendekati sama, ada juga yang jauh berbeda meski dengan memakai metode yang sama. Bagi dia, semua itu bahan masukan dan kajian bagi partai untuk perbaikan. Hal yang tidak terlalu merisaukannya adalah karena Pileg 2024 masih jauh.

Baca juga :  Sempat Hilang karena Tidak Punya HP untuk Belajar Daring, Seorang Anak Dibantu HP Oleh Anggota Polres Buleleng

“Kontestasi masih jauh, baik untuk Pileg maupun Pilkada berikutnya. Yang pasti kami di daerah tetap konsolidasi partai untuk penguatan,” ucap Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Menyikapi suatu hasil survei, Sugawa berkata tidak sepatutnya direspons berlebihan. Meski survei Litbang Kompas terlihat “mengerdilkan” partai berlambang beringin itu, dia tidak mau membantah. Sebaliknya, meski survei LSI terlihat “menggembirakan” tapi dia tidak mau bersyukur juga. Dia berkeyakinan Golkar tetap memiliki elektabilitas baik saat ini, terbukti dengan kemenangan 61 persen secara nasional pada Pilkada 2020 lalu.

Hal positif yang dipetik dari survei, sambungnya, adalah sebagai pijakan untuk tetap bekerja dan melangkah taktis serta strategis dalam merebut simpati masyarakat. Ke dalam, soliditas dan konsolidasi dijalankan secara vertikal dan horizontal. “Dibandingkan dengan daerah lain, Bali sudah konsolidasinya paling cepat,” serunya.

Membincang konsolidasi, Sugawa berujar saat ini Golkar di Bali sedang memasuki fase empat konsolidasi. Konsolidasi pertama adalah saat Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Bali awal 2020, kedua pada saat gelaran musda kabupaten/kota yang selesai tepat waktu pada Agustus 2020 dengan aklamasi, dan ketiga pada saat muscam (musyawarah kecamatan) di 57 kecamatan yang semua juga berakhir mulus dengan aklamasi. Saat ini masuk konsolidasi tahap empat dengan persiapan untuk mulai musdes dan penataan organisasi sayap Golkar.

“Segera kami tuntaskan konsolidasi vertikal dan horizontal, organisasi yang mendirikan dan yang didirikan. Vertikal masuk fase musdes (musyawarah desa) di beberapa kabupaten yang sudah mulai. Yang jelas, semua berjalan sesuai proses dan target,” ulasnya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.