DPT di Tabanan Sebanyak 362.813 Pemilih

  • Whatsapp
KPU Tabanan menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan DPT Pilkada Tabanan 2020, Jumat (16/10/2020). Foto: gagah
KPU Tabanan menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan DPT Pilkada Tabanan 2020, Jumat (16/10/2020). Foto: gagah

TABANAN – KPU Tabanan menetapkan 362.813 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Tabanan 2020. Jumlah tersebut ditetapkan dalam pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan DPT Pilkada Tabanan 2020, dipimpin Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa, Jumat (16/10/2020). Penetapan DPT tersebut juga dengan 1.130 TPS yang tersebar di 133 desa di 10 kecamatan. “Inilah daftar pemilih yang terbaik yang bisa kami tetapkan pada masa pandemic Covid-19 saat ini,” ucap Weda Subawa usai pleno.

Menurutnya, penetapan DPT tersebut melalui proses panjang, yang diawali dari coklit pada 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2020, di 1.130 TPS yang ada. Selanjutnya penyusunan DPHP (daftar pemilih hasil pemutakhiran) yang ditetapkan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga ditetapkan DPS (daftar pemilih sementara) di tingkat kabupaten.

Bacaan Lainnya

“Setelah kami tetapkan DPS di tingkat kabupaten pada 9 September 2020, kami terus berupaya untuk menyempurnakan daftar pemilih. Dan, kami juga membuka posko layanan pemilih di 133 desa di 10 kecamatan, dan satu posko di KPU kabupaten guna melayani pemilih,” imbuhnya.

KPU Tabanan, lanjutnya, juga melakukan uji publik secara berjenjang mulai dari desa, kecamatan, dan kabupaten. Hal itu guna menguji data pemilih yang sudah disusun oleh KPU Tabanan dan jajaran. Dengan proses yang begitu detail dan Panjang itu, dia meyakini inilah daftar pemilih terbaik yang bisa dihasilkan di tengah ancaman pandemi Covid-19.

Baca juga :  Mulai Senin, Sebagian Pegawai Pemkab Buleleng Kembali WFH

DPT itu, sambungnya, tidak terlepas dari peran semua pihak, mulai dari kepedulian masyarakat yang memberi masukan hingga pihak terkait seperti Bawaslu dan Disdukcapil Tabanan, serta partai politik dan tim pemenangan Pilkada Tabanan. “Kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam upaya menyajikan data pemilih yang berkualitas yang memenuhi tiga unsur yakni akurat, komprehensif, dan termutakhir,” tukasnya.

Weda berharap DPT tersebut jadi acuan dalam proses selanjutnya, mulai dari pengadaan logistik hingga pembentukan KPPS di tiap-tiap TPS. “Setelah DPT ditetapkan, inilah yang jadi acuan kami dalam proses pengadaan logistik selanjutnya,” tegasnya.

Dalam pleno terungkap jumlah DPT yang ditetapkan itu, dibandingkan dengan DPT Pemilu 2019 yang berjumlah 366.150 pemilih, terjadi pengurangan sebanyak 3.337 orang. Hal ini dimungkinkan karena dalam DPT Pemilu 2019 lalu tidak ada tahapan coklit atau faktual door to door. DPT pemilu terakhir sebelumnya langsung dimutakhirkan, sehingga memungkinkan masih ada data ganda dan TMS (tidak memenuhi syarat).

Ditambah lagi dalam Pemilu 2019 banyak mendapat masukan data dari tim paslon dan pihak terkait, yang harus diakomodasi dalam waktu cukup singkat. Hal itu dikuatkan dengan data awal yang diterima KPU Tabanan sebanyak 381.296 pemilih, kemudian berproses melalui coklit hingga ditetapkan DPS terjadi pengurangan karena TMS, yang salah satunya karena banyak data ganda. Dari data 381.296, setelah pemutakhiran terjadi proses pengurangan yang TMS, dan penambahan pemilih baru hingga penetapan DPS sebanyak 363.330 pemilih. Dari DPS data pemilih, kembali berproses melalui instrumen tanggapan masyarakat dan uji publik kembali terjadi pengurangan sebanyak 517 pemilih, sehingga menjadi 362.813 pemilih. Hasil akhir ini ditetapkan jadi DPT. gap


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.