POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Masa jabatan Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra, dan Wakil Bupati AA Gde Mayun akan berakhir pada 20 September 2023 mendatang. DPRD Gianyar mengusulkan tiga nama calon Pj. Bupati Gianyar.
Sekretaris DPRD Gianyar, Wayan Kujus Pawitra, Jumat (14/7/2023) mengatakan, lembaganya bersurat ke Kementerian Dalam Negeri terkait usulan calon Pj. Bupati. Surat telah dikirim ke Biro Pemerintahan Kesra Setda Provinsi Bali pada Rabu (12/7/2023).
Tepat di hari yang sama, setelah rapat paripurna pengumuman usul pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Gianyar periode 2018-2023 yang mengakhiri masa jabatan pada 20 September, juga diisi pengesahan tiga ranperda dan penyerahan pengantar Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun anggaran 2024. “Setelah sidang paripurna, Pak Ketua DPRD Gianyar sudah langsung tanda tangan (surat usulan calon Pj. Bupati Gianyar),” jelasnya.
Soal nama-nama calon yang diusulkan DPRD Gianyar, Kujus menyebut salah satunya terdapat nama yang sama yang merupakan usulan DPRD Gianyar. Dia adalah I Dewa Tagel Wirasa, yang saat ini menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Bali.
Usulan calon Pj. Bupati, sesuai Permendagri Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati, dan Penjabat Wali Kota, memang diusulkan tiga pihak. “Di pasal 9 disebutkan, pengusulan Pj. dapat dilakukan Menteri, Gubernur dan DPRD Kabupaten melalui Ketua DPRD,” terangnya.
Masing-masing pihak dapat mengusulkan tiga nama calon yang memenuhi syarat. Dari sembilan nama calon, akan dilakukan pembahasan oleh Menteri Dalam Negeri menjadi tiga nama calon yang kemudian disampaikan ke Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara.
Dewa Tagel Wirasa merupakan putra daerah asal Kecamatan Tampaksiring, yang diusulkan sebagai calon Pj. Bupati Gianyar sesuai dengan harapan Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta. Secara pribadi, Tagel Winarta lebih setuju Pj. Bupati dijabat putra daerah, dengan alasan putra daerah lebih mengetahui geopolitik di Gianyar.
Selain itu dipastikan akan sangat memahami dan mengetahui capaian pembangunan di Gianyar, sehingga bisa melanjutkan atau minimal dipertahankan. “Putra daerah ini penting, karena penguasaan wilayah serta karakteristiknya harus dipahami. Tidak kalah pentingnya adalah sinergitas antarlembaga, terutamanya dengan legislatif,” tandasnya. adi
























