DENPASAR – Masyarakat Kota Denpasar, khususnya di wilayah Padangsambian Kelod sangat bersyukur memiliki SMPN 13 Denpasar sebagai sekolah berkualitas. Kebanggan itu semakin menguat setelah SMPN 13 Denpasar ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP).
Pada Rabu (1/6/2022), SMPN 13 Denpasar merayakan HUT ke-3. Momentum istimewa ini sekaligus diisi dengan pelepasan 275 siswa kelas IX angkatan pertama SMPN 13 Denpasar. Puncak HUT bertema “Berkarya Bersama Wujudkan Sekolah yang Nyaman dan Berprestasi” ditandai dengan pemotongan tumpeng ulang tahun serta pelepasan balon dan burung oleh Kepala SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, S.Pd., M.Hum.; bersama Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., dan Komite SMPN 13 Denpasar, I Ketut Sarja.
Made Sukarini sangat bersyukur, ternyata dari puluhan SMP negeri dan swasta di Kota Denpasar, SMPN 13 Denpasar menjadi salah satu yang terbaik. ‘’Astungkara sekolah kami ditetapkan sebagai salah satu sekolah penggerak di Kota Denpasar,’’ ujarnya.
Made Sukarini mengungkapkan, SMPN 13 Denpasar siap untuk mengemban amanah sebagai katalisator transformasi pendidikan di Indonesia. “Sekolah Penggerak merupakan katalis untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia. Transformasi pendidikan memang sudah saatnya kita lakukan seiring berkembangnya era teknologi, dan kami siap sebagai katalisator pendidikan di Indonesia”, tuturnya.
Ia juga tampak tersenyum bangga dan terharu karena di tengah fasilitas dan anggaran sekolah yang masih sangat minim, anak-anaknya tetap semangat mengukir prestasi. Termasuk saat pandemi Covid-19. Prestasi teranyar dipersembahkan Ni Made Alicia Thirza yang meraih juara 2 nasional Olimpiade Bahasa Inggris di ajang Kompetisi Pelajar Perempuan Indonesia (KPPI).
Ini ia sebut kerja sama yang baik antara sekolah dan orangtua yang sangat dibutuhkan untuk membimbing siswa dalam belajar. Ia berharap, ke depan SMPN 13 Denpasar di Jalan Tangkuban Perahu, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, ini semakin cemerlang untuk mengembangkan prestasi yang lebih gemilang baik di akademis maupun non akademis, serta menjadikan lingkungan sekolah rumah yang nyaman bagi keluarga besar Spentigas.
Ia berkomitmen akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan pendidikan, dan mengantarkan SMPN 13 Denpasar semakin jaya dan maju untuk peningkatan SDM Kota Denpasar. Karenanya, ia tetap meminta dukungan semua jajaran guru dan pegawai, orangtua siswa, termasuk komite, masyarakat serta lingkungan sekolah. ‘’Apalah arti seorang kepala sekolah kalau tidak didukung oleh guru, pegawai, orangtua siswa, komite serta lingkungan sekolah,’’ ujarnya.
Kadisdikpora AA Gede Wiratama juga mengapresiasi kemajuan iklim pendidikan di SMPN 13 Denpasar. Di usia yang masih sangat muda sudah banyak siswa yang menunjukkan prestasi baik di akademik maupun non akademik dan sudah lolos sebagai pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP).
Wiratama berharap SMPN 13 Denpasar mampu mewujudkan peserta didik yang unggul dalam bidang akademik dan non akademik. Menjadikan sekolah sebagai tempat saling belajar dan berkembang bagi guru sebagai ahli, peserta didik, serta orang tua dan masyarakat. Dengan begitu akan terwujud pendidikan yang mengedepankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila. tra
























