Ditahan, Perbekel Tamblang Lapor Balik, Kecewa Permintaan Maaf Tak Digubris

  • Whatsapp
TIM Kuasa Hukum Perbekel Tamblang saat menunjukan bukti laporan ke Polres Buleleng disertai barang bukti screenshot postingan. Foto: rik
TIM Kuasa Hukum Perbekel Tamblang saat menunjukan bukti laporan ke Polres Buleleng disertai barang bukti screenshot postingan. Foto: rik

BULELENG – Kasus yang menyeret Perbekel Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Made Diarsa, atas dugaan kasus pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) di salah satu akun Facebook lewat komentar, kini memasuki babak baru dan berujung saling lapor atas pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan menghuni tahanan Mapolres Buleleng, Made Diarsa melaporkan balik Jro Mangku Ketut Arsadia ke Mapolres Buleleng atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya kasus yang menjerat Perbekel Tamblang ini karena Diarsa memberikan komentar pada salah satu akun Facebook milik salah seorang Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung Desa Tamblang, bernama Jro Mangku Ketut Arsadia (33) pada 12 Agustus 2020 lalu.

Diarsa menulis ‘Pangeran Tangkas Kori Agung, baju geruh putih keneh caine tro taen mledek, mk ngintipin sesari’. ‘Pangeran boi, dewa ratu’, dan beberapa cuitan lagi. Akibat cuitan itu, Jro Arsadia selaku pemilik akun Pangeran Tangkas Kori Agung melaporkan Perbekel Tamblang itu ke Polres Buleleng, Jumat (4/9/2020).

Ketua Tim Kuasa Hukum selaku Pembela Perbekel Desa Tamblang, Nyoman Sunarta, mengatakan, upaya permintaan maaf Made Diarsa kepada Jro Arsadia sudah dilakukan beberapa kali, namun tak digubris sedikitpun oleh pemilik akun tersebut.”Atas kuasa yang diberikan kepada kami, kami mendampingi pemberi kuasa untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan pengancaman melalui media sosial yang diduga dilakukan oleh pemilik akun JM Arsa ke Polres Buleleng,” kata Sunarta, Rabu (21/10/2020).

Baca juga :  Update Covid-19 di Denpasar: Total Sembuh 675 Orang, 339 Dirawat

Lebih jauh Sunarta menjelaskan, upaya untuk permintaan maaf sudah dilakukan lebih dari enam kali baik dari keluarga perbekel maupun pihak Desa Tamblang dengan mediasi, namum tak digubris oleh pemilik akun itu. Bukan itu saja, atas penyesalan dan rasa bersalahnya kepada pemilik akun Jro Arsadia, Perbekel Tamblang bermaksud ngaturang guru piduka.

Permintaan maaf secara sekala dan niskala itu justru tidak membuahkan hasil. Oleh karena itu, Perbekel Tamblang, Made Diarsa, pun melaporkan balik pemilik akun Facebook Jro Arsadia setelah pemilik akun itu menulis kalimat diduga telah mencemarkan nama baik Diarsa.

Dalam cuitan komentar itu, pemilik akun Jro Arsadia menulis, ‘Made Diarsa yang penting halal sing engken…masalah untuk ente??? Dari pada ngadeang sertifikat tanah secretariat….Cen lebih halal??? Iban ko bise bawak ngabe keneh…Sing ente gen bawak…’ Itulah tanggapan akun Jro Arsadia atas postingan akun Made Diarsa pada tanggal 12 Agustus 2020 lalu sekitar pukul 10.38.

Laporan ke Satreskrim Polres Buleleng itu disampaikan pada Rabu (21/10/2020) melalui pengaduan masyarakat (dumas) dengan No. STP/91/X/2020/RESKRIM tertanggal 16 Oktober 2020. “Dalam laporan itu, klien kami menyerahkan dua alat bukti berupa screenshot postingan dan saksi-saksi,” ujar Sunarta didampingi kuasa hukum lainnya, Wayan Sudarma.

Pascaditahan di rutan Mapolres Buleleng, sebut Sunarta, saat ini Perbekel Tamblang dalam kondisi stabil dan siap dengan segala konsekuensi hukum yang ada dan berlaku. “Intinya, klien kami menerima konsekuensi hukum atas perbuatannya. Jika karena laporan balik ini menjadikan pemilik akun JM Arsa berada dalam satu sel dengan tersangka, ini semata-mata untuk keadilan klien kami,” jelas Sunarta.

Baca juga :  Terkait Bantuan Hibah Pariwisata Pusat, Pengusaha Hotel dan Restoran Harus Penuhi Persyaratan Ketat

Kuasa hukum tetap berharap agar persoalan ini bisa diselesaikan secara musyawarah dan damai untuk menciptakan suasana yang kondusif di Desa Tamblang. “Ini (laporan balik) bukan dendam, tapi karena klien kami juga mohon keadilan,” pungkas Sunarta.Perbekel Tamblang juga melaporkan Jro Arsadia dengan dugaan melanggar Pasal 29 UU ITE tentang pengancaman melalui media sosial. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.