31 Pelanggar Masker di Karangasem Diganjar Denda

  • Whatsapp
Wayan Sutapa. Foto: nad
Wayan Sutapa. Foto: nad

KARANGASEM – Satpol PP Karangasem terus menggencarkan upaya sidak kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Mulai Oktober ini bagi pelanggar dikenai sanksi denda administrasi Rp100 ribu. Hal itu diutarakan Kepala Satpol PP Karangasem, I Wayan Sutapa, Rabu (21/10/2020).

Sutapa mengatakan, sejak diberlakukan Perbup 42/2020, sesuai data yang ada, pada bulan September tercatat belum ada sanksi denda Rp100 ribu. Sementara untuk sanksi penundaan administrasi selama satu minggu ada 386 orang, 124 pelanggar hanya diganjar sanksi pembinaan secara lisan. Menurutnya masing-masing sudah ada kriteria sanksi.

Bacaan Lainnya

Jika salah memakai masker, sebutnya, sanksinya tersendiri. Bila tidak memakai masker beda lagi sanksinya. “Untuk bulan September kami belum ada lakukan sanksi denda 100 ribu, karena sanksi tersebut baru diterapkan mulai 6 Oktober kemarin. Bulan Oktober ini kami sudah punya data sanksi yang kena denda 100 ribu tersebut,” ungkap Sutapa.

Pelanggaran pada bulan Oktober, sampai dengan tanggal sekarang 21 Oktober tercatat 31 pelanggar dengan sanksi denda Rp100 ribu. Sementara sanksi penundaan pelayanan administrasi selama satu minggu ada 328 orang, sanksi pembinaan lisan 301 orang.

Mengenai uang denda dari pelanggar, terangnya, disetor ke BPD Bali. Bagi masyarakat yang menanyakan ke mana uang denda itu dibawa, dia menyilakan untuk mengecek langsung dengan data yang ada. Data yang kena sanksi penundaan pelayanan administrasi selama satu minggu, imbuhnya, juga disampaikan ke Dinas Catatan Sipil Karangasem. 

Baca juga :  Pecalang Diharap Lebih Profesional dan Aktual

Karena operasi harus gencar dilaksanakan di tempat-tempat kerumunan, dia mengimbau masyarakat jika keluar rumah selalu memakai masker supaya tidak kena denda. Untuk memperkuat Perbup 42/2020, cetusnya, supaya lebih kuat dan memiliki kekuatan hukum, Satpol PP mengajukan usulan kepada Komisi I DPRD Bali saat berkunjung ke Karangasem beberapa waktu lalu. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.