DENPASAR – Pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) gelombang ketiga jenjang SD di Kota Denpasar dimulai, Senin (31/10/2022). Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar pun terus melakukan monitoring ke sejumlah satuan pendidikan untuk memastikan ANBK berjalan lancar.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan, ST., menjelaskan, pelaksanaan ANBK dibagi dalam empat gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada 24-25 Oktober 2022. Di susul gelombang kedua pada 25-27 Oktober 2022. Sementara pelaksanaan ANBK gelombang ketiga dimulai 31 Oktober – 1 November 2022 , dan gelombang keempat pada 2-3 November 2022.
Pria yang juga dipercaya sebagai Plt Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar itu memaparkan, SD yang mengikuti ANBK sebanyak 255 SD negeri/swasta dari 258 SD negeri/swasta di Kota Denpasar yang terdata di website ANBK. Dia menyebutkan, ada 2 SD tidak mengikuti ANBK dikarenakan belum memiliki siswa kelas 5, dan 1 sekolah tidak melaksanakan ANBK karena sudah tutup yakni SD Bina Tunas.
‘’Total peserta ANBK jenjang SD Kota Denpasar yang terdata pada website ANBK sebanyak 7.134 siswa dan seluruh SD yang ikut ANBK menyelenggarakan ANBK secara mandiri,’’ jelasnya.
Menurut Suriawan, pelaksanaan ANBK gelombang pertama dan kedua berjalan lancar tanpa kendala. Seluruh siswa mengikuti ANBK dengan baik sesuai jadwal yang ditetapkan, serta tidak menemui kendala server maupun jaringan internet. Dia berharap pelaksanaan ANBK gelombang ketiga dan keempat juga bisa berjalan lancar.
Sementara itu, Kepala SDN 2 Penatih, Drs. Made Sastrawan, M.Si., mengatakan, siswanya melaksanakan ANBK mandiri di sekolah. Pelaksanaan ANBK hari pertama berjalan tertib dan lancar tanpa hambatan. Pengawas ruangan ANBK menggunakan pengawas silang dalam satu gugus berasal dari SDN 4 Penatih.
Kata Sastrawan, pelaksanaan ANBK bisa dilaksanakan secara mandiri terlepas dari bantuan berupa 15 buah chromebook acer, 1 buah LCD proyektor, dan 1 buah converter hdmi to vga, serta 1 buah router wifi, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 dari Kemendikbudristek. Bantuan ini sangat penting artinya untuk Asesmen Nasional dan kegiatan belajar mengajar era digitalisasi di SDN 2 Penatih.
Dia menjelaskan, ANBK dilaksanakan dengan 3 instrumen, yaitu asesmen kompetensi minimum (AKM), survei karakter dan survei lingkungan belajar. AKM digunakan untuk mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) para siswa.
Sementara survei karakter digunakan untuk mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa. Adapun survei lingkungan belajar untuk mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan. tra
























