POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Anjloknya prestasi atlet Pelajar Badung dalam Posenijar Bali 2023, tidak terlepas dari peranan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Badung. Dinas kurang tegas kepada sekolah-sekolah di daerah ini dalam membina atlet pelajar.
Hal itu disampaikan salah satu pelatih cabang olahraga panahan (Perpani) Badung Kadek Dian Vanagosi saat ditemui di lapangan menembak Sading Senen (26/6/2023).
Gosi, panggilan Kadek Dian itu mengatakan, ia sulit mencari atlet di sekolah karena kurangnya ekstra kurikuler olahraga di semua sekolah di Badung. Apalagi calon atlet panahan, benar-benar kesulitan mencarinya.
“Beda dengan Denpasar. Dinas meminta semua sekolah melakukan ektra kurikuler olahraga kepada anak-anak. Diharuskan memilih salah satu cabang olahraga untuk pelajaran ekstra. Makanya banyak pelajar di Denpasar rajin olahraga. Ini salah satu sebab, mengapa Denpasar, keluar sebagai juara Umum Porsenijar tahun ini,” kata
Gosi yang dikenal sebagai atlet nasional menembak itu.
Tahun 2023 ini, Denpasr keluar sebagai juara umum olahraga Posenijar, sementara Badung sebagai juara II. Padahal dalam Porsenijar sebelum Covid — Badung keluar sebagai Juara Umum.
Gosi mengatakan hal ini sangat memprihatinkan. Paling tidak ada sejumlah cabor di Badung menurun dratis prestasi atlet pelajarnya yakni menembak, renang dan panahan. Juga hal serupa dialami sejumlah cabang olahraga yang lain.
Menurutnya, kalau ada perhatian sungguh-sungguh dari dinas terkait, sekolah dan guru olahraga seharusnya ditekan lebih keras supaya memperhatikan atlet pelajar. Kalau tidak dipethatikan, pasti mereka bekerja sekadarnya padahal juara olahraga membawa dampak nama baik buat sekolah dan kabupaten terkait.
Mantan Kadisdikpora Badung Ketut Widia Astika, yang kini aktif di KONI Badung membenarkan, bahwa hanya dinas yang dapat memerintahkan sekolah untuk memajukan olahraga. Kalau semua diserahkan Pengurus Cabor di bawah naungan KONI, tentu kurang mendapat perhatian dari guru di sekolah tersebut.
Menurutnya dari segi SDM, Badung mestinya tidak kekurangan anak-anak yang senang berolahraga. Tinggal bagaimana mengarahkan dengan benar dan tegas.
Widia mengatakan, atlet pelajar diharapkan akan menjadi bibit-bibit baru untuk nanti direkrut KONI untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi. Pengalaman mencatat, banyak atlet Porsenijar dapat naik kelas menjadi atlet berprestasi di bawan naungan Cabor anggota KONI.
Sekretaris KONI Made Sutama mengatakan, persiapan atlet pelajar mestinya mengikuti cara-cara yang dilakukan KONI. Misalnya setahun sebelum Porsenijar, mereka sudah dipilih dengan pasti. Dan diberikan Latihan secara inetensif.
“Saya dengar, atlet pelajar hanya dipersiapkan dua bulan sebelum event Porsenijar. Ya pasti kurang prestasinya,” kata Sutama ”Selain itu, banyak atlet pelajar milik Badung juga belajar di Denpasar. Sehingga untuk kepentingan Posenijar pasti mereka mewakili sekolahnya di Denpasar,” pungkas mantan Kepala Bapenda Badung itu. (*)
























