“Diduetkan” dengan Suhaili, Mori Berserah ke DPP Gerindra

RELAWAN Fatiha mulai menduetkan Suhaili-Mori Hanafi pada Pilgub NTB 2024, yang mulai ramai di media sosial. Foto: ist
RELAWAN Fatiha mulai menduetkan Suhaili-Mori Hanafi pada Pilgub NTB 2024, yang mulai ramai di media sosial. Foto: ist

MATARAM – Pilgub NTB 2024 memang masih jauh di depan, tapi nama-nama yang akan jadi pesaing pasangan petahana Zulkieflimansyah-Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) terus bermunculan. Setelah pasangan Sukiman-Suhaili (Susu) terendus mulai blusukan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), kini di media sosial ramai muncul relawan yang menduetkan mantan Bupati Loteng dua periode, Suhaili FT dan politisi Gerindra NTB, Mori Hanafi.

Duet Suhaili-Mori sesungguhnya bukan duet baru. Sebab, sebelum Mori maju bersama mantan Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh pada Pilkada 2018 lalu, awalnya Suhaili-Mori yang lebih dahulu diajukan ke DPP Gerindra. Namun, duet koalisi Golkar dan Gerindra kala itu kandas sebelum dideklarasikan. Pergantian Ketua DPD Partai Gerindra dari Wilgo Zainar ke Ridwan Hidayat sebelum pendaftaran, membuat paslon Suhaili-Mori batal bertanding.

Read More

Menanggapi namanya diduetkan dengan Suhaili, Mori hanya tersenyum. Tidak membantah, tapi juga tidak mengiyakan. “Kalau itu nanti DPP (Gerindra) yang menentukan (siapa yang diutus partai),” ujar Ketua KONI NTB tersebut, Rabu (8/6/2022).

Mori mengaku antara dia dengan Suhaili cukup lama saling kenal. Mori juga memuji kiprah Suhaili yang mampu membangun Kabupaten Loteng pada dua periode kepemimpinannya. “Pak Suhaili itu tipikal kepala daerah yang memang fokus kerja. Jika dia sudah bilang mau bangun ini, pasti dia akan kerjakan. Dan, semuanya tuntas dia lakukan di Loteng,” puji Mori.

Lebih jauh disampaikan, sebelum wacana diduetkan dengan Suhaili saat ini, dia mendaku sempat didorong berduet dengan Sitti Rohmi Djalilah. Juga dengan Sukiman Azmy (Bupati Lotim saat ini). Dia memilih tidak mau ambil pusing soal isu pilkada ini, termasuk dengan siapa akan dipasangkan.

Kan Pilkada masih jauh, sementara kita fokus saja sama kerjaan yang masih di depan, yakni bagaimana NTB-NTT bisa menjadi tuan rumah PON. Itu sementara yang saya fokus kerjakan saat ini,” klaimnya.

Kendati masih malu-malu menyatakan kesiapan maju di Pilgub NTB 2024, Mori terlihat percaya diri dengan dukungan elektoral yang diperoleh saat Pileg 2019 lalu. Jika rekomendasi kembali diterima dari partai, Mori optimis masih dapat menguasai dukungan di Bima, Dompu, dan Kota Bima. Dia mengklaim belum ada saingan di dapilnya, dan saat Pileg menang di atas 50 persen.

Peluang Mori dipinang kembali oleh kandidat atau tokoh Pulau Lombok memang besar, karena skenario mengawinkan figur dari Pulau Lombok-Pulau Sumbawa masih favorit dalam perpolitikan NTB. Namun, Mori mengatakan saat ini belum sama sekali melakukan persiapan menghadapi Pilgub 2024. Termasuk kabar dia diduetkan dengan Suhaili maupun  Sukiman.

Hanya, dia memprediksi peta politik akan lebih meningkat dinamikanya setelah satu tahun lagi. Prinsipnya, Mori masih menunggu arahan partai terkait siapa yang akan didorong tampil memakai tiket Gerindra di NTB.

Terkait figur, selain Mori, Gerindra juga punya stok kader potensial, yakni Ridwan Hidayat, yang juga Ketua DPD Partai Gerindra NTB. Tetapi Ridwan masih tertutup terkait rencana apakah mencoba mengejar tiket Gerindra atau tidak menyongsong Pilgub 2024. “Kami sampai saat ini masih fokus berbuat dan bekerja bagi rakyat, pemilu masih jauh,” kelit mantan Plt Bupati Lombok Utara itu sembari tersenyum. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.