Dheva Menangi ”Perang Saudara” Laga Pertama Tunggal Putra SU5 para-Badmindon

  • Whatsapp
TUNGGAL putra para-badminon SU5 Indonesia, Dheva Anrimusthi. foto: antaranews

JAKARTA – Pebulutangkis Indonesia Dheva Anrimusthi sukses memetik laga pertama penyisihan Grup A tunggal putra SU5 para-badminton Paralimpiade Tokyo 2020 setelah memenangi ”perang saudara” atas rekan senegaranya, Suryo Nugroho, Rabu (1/9/2021).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Yoyogi National Stadium, Tokyo, itu Dheva yang bertitel unggulan teratas mencetak skor kembar 21-7, 21-7 setelah berlaga selama 29 menit melawan Suryo, demikian dilansir dari laman resmi Paralimpiade Tokyo yang dilansir dari antaranews.

Bacaan Lainnya

Atlet asal Kuningan, Jawa Barat itu tampil mendominasi permainan dan tidak bisa diimbangi Suryo yang menduduki peringkat tiga dunia itu. Meski keduanya dalam peringkat tiga besar dunia tunggal putra SU5, tetapi penampilan Dheva lebih menonjol dibanding rekan senegaranya. Bahkan pada gim pertama, Dheva terus melakukan tekanan dan membuat Suryo tak berkutik.

Pada awal gim kedua, Suryo mulai meningkatkan permainan dan bisa memberikan perlawanan yang menambah keseruan pertandingan. Namun, performa Suryo hanya bertahan di interval pertama gim kedua dengan mencetak empat angka. Pada interval kedua, Suryo kembali tertekan dan hanya bisa menambah tiga angka hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Dheva mengantongi poin pertama pada penyisihan Grup A tunggal putra SU5. Pada laga selanjutnya hari Kamis, Dheva akan melawan wakil Prancis, Meril Loquette. Sementara Suryo akan bertemu Bartlomiej Mroz dari Polandia.

Baca juga :  Tukang Las Tewas Tenggelam di Sumur, Ini Kronologisnya

Selain Dheva, Hary Susanto/Leani Ratri Oktila juga mengawali debutnya di ajang Paralimpiade dengan menang mudah 21-12, 21-11 atas wakil tuan rumah Jepang, Daisuke Fujihara/Akiko Sugino pada nomor ganda campuran SL3-SU5.

Sementara itu pada cabang para-atletik, Jaenal Aripin kembali belum berhasil lolos ke final dalam kualifikasi nomor lari 100m T54 putra. Jaenal, yang didiskualifikasi dari lomba nomor 400m T54 pada Minggu (29/8), harus puas finis di peringkat keempat dengan catatan waktu 14,53 detik.

Nasib serupa juga harus dialami atlet para-menembak Bolo Triyanto. Ia juga belum berhasil melaju ke final setelah gagal menembus delapan besar dalam babak kualifikasi R5 10m air rifle SH2 campuran. Bertanding di Asaka Shooting Range, Bolo berada di peringkat ke-24 dari 36 peserta dengan mencatatkan skor 631,0 poin.

Sehari sebelumnya, atlet berusia 37 tahun itu juga gagal melangkah lebih jauh hingga babak final pada nomor R4 10 meter air rifle standing SH2 campuran karena hanya mampu menempati posisi ke-24. Atas hasil itu, Indonesia tak kunjung beranjak dari raihan tiga medali di Paralimpiade Tokyo, dengan rincian satu perak dan dua perunggu.

Medali perak disumbangkan oleh Ni Nengah Widiasih dari cabang olahraga para-powerlifting kelas 41kg putri, serta dua perunggu dari Saptoyogo Purnomo pada cabang para-atletik nomor 100m putra T37 dan David Jacobs dari cabang olahraga para-tenis meja kelas 10 perorangan putra.

Baca juga :  Perbekel Bungkulan Tersangka, Terjerat Pemalsuan Dokumen

Namun skuad Merah Putih berpeluang menambah perolehan medali lewat cabang para-badminton yang menjadi tumpuan utama dan ditargetkan dapat menyumbang satu medali emas dan satu perak. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.