POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Bupati Karangasem, I Gede Dana, menekankan pentingnya peran pemerintah desa sebagai filter utama dalam pengurusan dokumen administrasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Guna meningkatkan perlindungan terhadap PMI, dia minta desa terus memantau keberangkatan dan kepulangan para pekerja migran. Pun memberi pemberdayaan kepada calon PMI dan keluarganya. Demikian ini disampaikan dalam sosialisasi peningkatan perlindungan dan kompetensi calon PMI di LPKS Cempaka College, Amlapura, Senin (29/7/2024).
Menurut data dari Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, tahun 2023, dari total 10.087 PMI asal Bali, sebanyak 1.157 berasal dari Karangasem. Kabupaten ini menjadi penyuplai PMI terbanyak kedua setelah Buleleng pada tahun 2022. “Minat masyarakat Karangasem untuk bekerja ke luar negeri masih tinggi, terutama di sektor pariwisata dan spa,” jelasnya.
Tahun 2022, sambungnya, sebanyak 228 PMI dari Karangasem ditempatkan di Turki. Jumlah ini meningkat menjadi 285 orang pada tahun 2023. Menyikapi hal ini, Dana menegaskan pentingnya pelatihan yang memadai bagi calon PMI sebelum keberangkatan, agar mereka dapat bekerja secara profesional di negara tujuan. “Pengawasan dari pemerintah sangat diperlukan agar tidak ada yang berangkat tanpa persiapan yang matang,” pesannya.
Bupati Dana juga menekankan perlunya perlindungan yang komprehensif bagi PMI, baik dari segi kelengkapan administrasi, peningkatan kompetensi, hingga jaminan sosial. Perlindungan ini mencakup pemenuhan hak selama bekerja, penyelesaian kasus hukum ketenagakerjaan, pendampingan, dan pemberian bantuan hukum. “Pemerintah desa harus berperan aktif dalam verifikasi administrasi CPMI untuk mencegah tindakan ilegal,” jelasnya.
Dana turut menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi bagi calon PMI untuk memperkuat posisi tawar mereka di pasar kerja internasional. “Kompetensi tinggi akan membantu PMI dalam melindungi diri mereka sendiri di luar negeri,” lugasnya.
Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa turut memberi arahan kepada calon pekerja migran. Dia menekankan agar mereka selalu siap menghadapi tantangan dan beradaptasi dengan lingkungan kerja di luar negeri. “Penting untuk memiliki mental kuat dan kemampuan beradaptasi, agar bisa sukses serta aman saat bekerja di luar negeri,” ucapnya mengingatkan.
Kadisnaker Karangasem, Ida Nyoman Astawa, menambahkan, sosialisasi ini bertujuan memberi akses informasi dan layanan administrasi bagi PMI melalui aplikasi SIAPkerja. “Kami berharap sosialisasi ini mempermudah pengurusan administrasi dan pemantauan keselamatan calon PMI/PMI di luar negeri,” bebernya.
Dengan demikian, imbuhnya, upaya perlindungan terhadap PMI memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa. Peran desa sangat krusial dalam verifikasi administrasi dan pemberdayaan calon PMI serta keluarga mereka. nad
























