DENPASAR – Desa Adat Penatih menggelar Karya Atiwa-Atiwa Kinembulan atau pengabenan secara kolektif. Puncak upacara akan berlangsung, Sabtu (22/1/2022). Sehari sebelum puncak karya, Jumat (21/1/2022), pelaksanaan upacara dihadiri oleh Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede.
Jaya Negara mengatakan atiwa-tiwa merupakan bagian dari ritual Pitra Yadnya sebagai wujud pembersihan dan penyucian terhadap unsur-unsur Panca Maha Butha dari jenazah atau sawa. Wali Kota mengapresiasi semangat gotong-royong krama Desa Adat Penatih sehingga dapat meringankan beban warga dalam melaksanakan upacara yadnya.
‘’Kami sangat mengapresiasi dengan telah dilaksanakannya rangkaian dari Karya Atiwa-tiwa Kinembulan ini. Semoga dengan terselenggaranya karya ini dengan lancar, dapat memberikan kemanfaatan yang baik bagi masyarakat di Desa Adat Penatih dan Kota Denpasar,’’ ucap Jaya Negara.
Bendesa Adat Penatih, Wayan Eka Yana; didampingi Ketua Panitia Karya, I Gusti Nyoman Mayun, menjelaskan, rangkaian Karya Atiwa-atiwa Kinembulan Desa Adat Penatih dimulai sejak Redite Pon Tambir (2 Januari 2022) dengan prosesi matur piuning serta nyukat genah. Dilanjutkan dengan prosesi matetangi/mamunjung pada 18 Januari 2022 serta persembahyangan di Pura Desa.
Selanjutnya pada Jumat (21/1/2022) dilaksanakan prosesi nyiramin, ngajum, ngaskara. Sabtu (22/1/2022) sebagai puncak karya dilaksanakan ngagah, pembakaran sawa, dan ngutang ka segara. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi nyekah. Adapun sawa yang mengikuti upacara ini sebanyak 87 sawa, termasuk ngelungah dan ngelangkir.
‘’Semua prosesi dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kami juga menghaturkan terima kasih atas perhatian semua pihak di dalam membantu pelaksanaan karya ini,” ujar Eka Yana. rap
























