POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Indonesia meloloskan tiga wakilnya (tunggal putra dan dua ganda putra) ke babak perempatfinal (8 besar) Turnamen BWF super 750 Denmark Open 2025, setelah mengalahkan lawan-lawannya, di Jynske Arena, Denmark, Kamis (16/10/2025) hingga Jumat (17/10) dinihari.
Tunggal putra Indonesia Jonatan ”Jojo” Christie melangkah mulus ke babak perempat final Denmark Open 2025 setelah mengalahkan tunggal Jepang Kodai Naraoka dua gim langsung 21-7, 21-13 pada babak 16 besar. Jojo mengaku bahwa kemenangannya kali ini disebabkan faktor berjalannya rencana yang telah dipersiapkannya dari awal untuk membendung pola permainan Kodai.
“Hari ini apa yang sudah direncanakan, didiskusikan dengan pelatih bisa berjalan dengan baik di lapangan. Kodai yang coba mengubah pola permainan pun bisa saya sesuaikan sehingga kontrol permainan dari awal sampai akhir bisa terus dipegang,” ujar Jojo dikutip dari keterangan PBSI.
“Tadi malam saya bilang Kodai akan lebih ulet dan sabar tapi tadi terutama di gim kedua dia ternyata berani keluar menyerang, mungkin karena di awal saya yang mencoba untuk lebih agresif dan membuat dia keteteran tidak menyangka juga tapi itu malah lebih nyaman ke permainan saya,” kata unggulan keenam ini.
Jojo menanggapi sejumlah komentar mengenai gaya permainannya yang kini cenderung lebih agresif dibandingkan dalam beberapa turnamen ke belakang. Menurutnya, kondisinya saat ini sangat memungkinkan untuk bermain lebih agresif menekan lawan karena tidak ada kendala cedera atau rasa sakit yang kerap muncul seperti dalam beberapa waktu belakangan.
“Kalau semua melihat saya sekarang lebih agresif sebenarnya yang mempengaruhi adalah kondisi badan dulu. Kemarin-kemarin masih ada yang dikeluhkan di beberapa bagian seperti kaki, pinggang dan segala macam tapi ketika pelan-pelan tidak terlalu terasa, tinggal mengembalikan kepercayaan diri sebagaimana jati diri permainan saya,” ungkap Jojo, seperti dikutip posmerdeka.com dari antaranews.
Pada perempatfinal yang dilangsungkan di Jynske Arena, Jumat (17/10/2025), Jojo akan menghadapi tunggal China Shi Feng Li yang pada pertandingan sebelumnya mengalahkan andalan Malaysia, Jun Hao Leong dengan dua gim langsung, 21-13 dan 21-16.
Ganda Putra
Langkah Jojo diikuti dua ganda putra, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, setelah keduanya mengalahkan lawan-lawannya pada babak 16 besar.
Rian/Rahmat berhasil mengatasi perlawanan sengit pasangan Jepang Takumi Nomura/Yuichi Shimogami, dengan kemenangan rubber game 21-15, 16-21 dan 21-17. Selanjutnya di babak perematfinal, Rian/Rahmat akan menghadapi ganda India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Sementara, Fajar/Fikri berhasil menyingkirkan satu-satunya ganda pura tuan rumah yang masih tersisa, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard. Fajar/Fikri juga dipaksa bermain tiga gim sebelum akhirnya menang dengan skor 21-16, 18-21, dan 21-18. Selanjutnya di perempatfinal, Fajar/Fikri akan menghadangi pasangan Inggris, Ben Lene/Sean Vendy.
Sayangnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi tidak bisa mengikuti jejak Fajar/Fikri dan Rian/Rahmat yang tampil lebih awal. Sabar/Reza terhenti langkahnya di babak 16 besar setelah dipaksa harus mengakui ketangguhan ganda China Liang Wei Keng/Wang Chang dua gim langsung 14-21, 18-21.
Kekalahan juga diderita satu-satunya ganda putri Merah Putih yang tersisa Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, setelah dijegal ganda putri Korea Selatan Baek Ha Na/Lee So Hee lewat rubber game 14-21, 21-16, 16-21.
Indonesia juga habis disektor tunggal putri, setelah Putri Kusuma Wardani dipaksa mengakui keuletan tunggal Jepang Tomoka Miyazaki lewat rubber gim 21-15, 12-21, 17-21. Putri KW yang menjadi unggulan ketujuh, mengakui Tomoka bermain begitu solid sehingga bisa membendung sejumlah serangan yang dilancarkannya.
“Tomoka bermain baik hari ini. Di gim pertama memang saya bisa bermain nyaman tapi di dua gim berikutnya dia lebih rapi, membuat saya banyak melakukan kesalahan terutama di pengembalian servis,” ujar Putri KW dikutip dari PBSI.
“Tomoka juga banyak mengangkat bola, membiarkan saya menyerang. Dia percaya diri dengan pertahanannya, sementara saya tidak bisa tajam bolanya,” imbuh Putri KW. yes
























