Debat I, Paslon Pilkada Denpasar Diuji Strategi Pengendalian Corona

  • Whatsapp
KPU Denpasar membahas persiapan kampanye debat Pilkada Denpasar 2020 bersama para panelis di satu restoran, Senin (5/10/2020). Foto: Ist
KPU Denpasar membahas persiapan kampanye debat Pilkada Denpasar 2020 bersama para panelis di satu restoran, Senin (5/10/2020). Foto: Ist

DENPASAR –  Kampanye debat Pilkada Denpasar akan dimulai pada 10 Oktober mendatang di Hotel Bali Beach Sanur. Dari sejumlah tema yang akan diajukan panelis kepada kedua paslon untuk didebatkan, strategi pengendalian pandemi Corona menjadi satu isu sentralnya. Hal itu diutarakan komisioner KPU Denpasar, Ni Ketut Darmayanti Laksmi, ditemui, Senin (5/10/2020).

Menurut Laksmi, secara keseluruhan ada tujuh tema yang disiapkan KPU RI sebagai bahan debat. Jika acara debat menggunakan maksimal tiga kali, maka tujuh tema dibagi tiga kali. Namun, berhubung kedua paslon di Denpasar sepakat hanya dua kali debat, maka tema itu dibagi menjadi dua kali.

Bacaan Lainnya

Tema yang pertama, terangnya, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah. Tema kedua, meningkatkan pelayanan masyarakat, kebijakan, strategi penanganan dan pencegahan pengendaian Covid-19 alias Corona. “Tema pertama itu sebenarnya gabungan dua tema dijadikan satu, begitu juga tema kedua. Nanti akan dibagi segmen-segmen, dengan 90 menit khusus debat, dan 30 menit lainnya dialokasikan untuk iklan,” terang Laksmi.

Lebih lanjut disampaikan, untuk kelancaran acara, kedua paslon sudah diberitahu sejak minggu lain mengenai temanya untuk dipelajari. Sehari sebelum acara, tanggal 9 Oktober, KPU bersama paslon dan tim televisi akan melakukan geladi di lokasi acara. “Acaranya tetap memakai protokol kesehatan secara ketat, karena setiap paslon hanya maksimal enam orang. Jadi total hanya 12 orang di luar tim KPU dan tim dari stasiun televisi yang menyiarkan langsung,” tandasnya.

Baca juga :  Tidak Pakai Masker, Tim Gabungan Denpasar Denda 4 Pelanggar, 2 Orang Diamankan

Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, menambahkan, selain siaran langsung di TVRI, acara debat dapat disimak melalui siaran langsung video streaming KPU Denpasar. Ada lima orang yang disiapkan menjadi panelis, dengan dua guru besar dan tiga orang doktor dari disiplin ilmu berbeda. Mereka adalah Prof. I Wayan Rahmanta, Prof. AA Anom Kumbara, Dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Dr. Ketut Lanang Perbawa Sukawati, dan Dr. Ni Wayan Widhiastini. “Untuk moderatornya Udi Prayudi,” cetusnya.

Secara teknis, ungkapnya, debat dimulai dengan penyampaian visi-misi kedua paslon, dilanjutkan dengan paslon 1 mengambil undian pertanyaan. Pertanyaan itu dijawab paslon 1, kemudian ditanggapi paslon 2, ditanggapi balik lagi sekali, selesai. Pola sama dilakukan untuk tema debat kedua, tapi dimulai dari paslon 2. “Nanti juga ada debat eksploratif sesama paslon, jadi mereka saling bertanya. Terakhir diakhiri pernyataan penutup,” lugasnya.

Ketua KPU Badung, I Wayan Semara Cipta, di kesempatan terpisah mengatakan secara prinsip sama debat paslon di Badung juga sama meski hanya palson tunggal. “Waktu durasi 120 menit, dengan 90 menit untuk konten debat dan 30 menit iklan. Ada satu moderator dan lima orang panelis,” sebutnya singkat. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.