Berdayakan Angkot di Denpasar, Begini Strategi Amerta

  • Whatsapp
ARMADA angkot di Denpasar memasang gambar paket Amerta di kaca belakang mereka. Foto: gus hendra
ARMADA angkot di Denpasar memasang gambar paket Amerta di kaca belakang mereka. Foto: gus hendra

DENPASAR – Sejumlah armada angkutan umum kota (angkot) di Kota Denpasar memasang alat peraga kampanye paket Ngurah Ambara Putra-Bagus Kertanegara (Amerta) di kaca belakang mereka. Selain untuk kian gencar mengenalkan paslon nomor 2 di Pilkada Denpasar itu di masyarakat, juga sebagai bagian untuk mengampanyekan masyarakat menggunakan transportasi publik atau angkutan umum. Hal tersebut diutarakan Ketua Tim Pemenangan Amerta, I Wayan Mariyana Wandhira, Senin (5/10/2020).

Menurutnya, angkot belakangan tertepikan oleh perkembangan zaman. Selain karena masyarakat lebih suka dan mudah memakai kendaraan pribadi, eksistensi angkot juga tergusur angkutan berbasis aplikasi online atau daring. Peminatnya jadi berkurang signifikan, dan itu berdampak terhadap pendapatan sopir angkot yang masih setia dengan pekerjaannya.

Bacaan Lainnya

“Memang memasang gambar Amerta tersebut untuk kampanye, tapi kami juga ada pesan dan agenda kebijakan untuk para sopir angkot itu. Program itu akan kami jalankan jika Amerta terpilih sebagai kepala daerah di Denpasar,” ujar Wakil Ketua DPRD Denpasar tersebut.

Karena angkot kini bak termarginalkan, terangnya, Amerta membawa spirit untuk membangkitkan masyarakat yang tersisih oleh zaman. Pemerintah harus hadir membantu kesulitan mereka dengan kebijakan atau program. Amerta merancang, sebutnya, untuk mengajak masyarakat lebih menggunakan angkutan publik. Satu gagasan yang ingin dijalankan yakni membuat kebijakan pajak khusus bagi kendaraan pribadi di jalur tertentu pada jam-jam tertentu. Kebijakan bidang transportasi ini sejak lama dijalankan di DKI Jakarta, dan masih berlaku sampai sekarang.

Baca juga :  Bupati Instruksikan RSU Bangli Dijadikan Rujukan Sementara

“Kajiannya sudah ada, tinggal dibuatkan regulasi, gambarannya yakni di jalur tertentu yang padat atau macet pada jam-jam sibuk akan dipasang CCTV. Bagi mobil pribadi yang masuk, mereka dikenakan pajak khusus untuk menekan orang pakai mobil pribadi,” terangnya.

Kebijakan tersebut, sambungnya, pada dasarnya secara halus “memaksa” orang untuk memakai kendaraan umum di jalur tertentu pada jam tertentu. Dengan demikian sopir angkot juga bisa kembali mendapat penghasilan. Hanya, Wandhira tidak merinci apakah itu akan diimbangi dengan peremajaan angkot atau perbaikan infrastruktur jalan yang dilalui trayek dimaksud.

Untuk pengawasan kendaraan pribadi, lanjutnya, pemerintah akan memasang CCTV atau kamera pemantau di titik-titik tertentu. Secara operasional, kamera pemantau akan diintegrasikan dengan visi “Denpasar Smart City” yang diusung Amerta.

Sebelumnya, Bagus Kertanegara yang dimintai komentar, berkata adanya gambar Amerta di mobil angkot sebagai simbol kepedulian Amerta kepada masyarakat kecil. “Itu juga simbol bahwa mereka ingin ada perubahan lebih baik di Denpasar, tidak hanya segini-segini saja. Kami berterima kasih atas dukungan mereka, dan itu sebagai suntikan moral bagi kami di Pilkada Denpasar,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.